KAJIAN PSIKOLOGI PARA PEMAIN BAND SAKADATHU DALAM MUSIK CLUB MALAM DI LIQUID SEMARANG

Ajeng Adhadiantin, 2501409068 (2016) KAJIAN PSIKOLOGI PARA PEMAIN BAND SAKADATHU DALAM MUSIK CLUB MALAM DI LIQUID SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (462Kb)

    Abstract

    Sakadathu merupakan salah satu band RnB populer yang sering menjadi homeband club malam di Semarang, salah satunya di Liquid Semarang. Musik keras, penonton rusuh, alkohol, pergaulan bebas sering terjadi dalam lingkungan club malam Liquid. Pengontrolan diri yang baik dibutuhkan para pemain band Sakadathu. Pengaruh dari lingkungan kalangan atas membuat gaya hidup salah satu pemain Sakadathu menjadi hedonis. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah psikologi para pemain band Sakadathu dalam musik club malam Liquid Semarang dilihat dari gaya hidup dan gaya bermusiknya. Tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan psikologi para pemain band Sakadathu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memaparkan hasil penelitian secara deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis penelitian ini terbagi dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Sakadhatu terbentuk November 2011. Sakadathu pondasi, dalam mereka bermusik dan memilih nama yang unik menjadikan mereka lebih unggul dibandingkan dengan band pesaing mereka meskipun mereka sama-sama membawakan musik R&B sebagai aliran mereka bermusik. Sakadhatu beranggotakan Inu(drum), Pungky (bass), Adhi ( gitar), Vientan (keyboard), Dino, Girda, Helga (vokal). Konsep utama mereka sejak terbentuk adalah menjadi sebuah band longtrip yang solid, hingga saat ini Palu, Samarinda, dan Semarang, , Hard Rock Cafe Bali, menjadi motifasi mereka untuk terus berkembang dan menjadi band yang lebih baik. Psikologi pemain band Sakadathu dalam musik dunia malam dilihat dari gaya bermusik cukup fleksibel, tiap pemain mempunyai karakter diri dan karakter musik yang berbeda. Tetapi mereka saling melengkapi untuk menutupi kekurangan dalam diri masing-masing. Intigritas yang tinggi pada pekerjaannya dan memiliki sikap kesetiakawanan antar sesama anggota band. Dilain sisi Sakadathu terbilang kurang stabil dilihat dari gaya hidup. Lingkungan sehari-hari yang berinteraksi dengan kalangan atas dunia malam, hidupnya cederung menjadi boros dan hedonis. Anggota band sakadhatu khususnya vokalis mengutamakan keselamatan dirinya dalam menghibur pengunjung dengan menjaga jarak aman dari jangkauan penunton saat penguasaaan panggung sehingga pengunjung tetap terhibur dan para personil khususnya vokalis tetap aman terkendali. Melihat fakta bahwasanya bekerja didunia musik tidak selamanya stabil,sebaiknya pemain band Sakadathu mulai membatasi pergaulan dengan kalangan yang kurang menguntungkan untuk diri sendiri. Sehingga dapat memberi sikap professional sebagai pekerja seni dan mendapat nama baik untuk diri sendiri dan orang lain. Serta Sakadathu akan mendapat penghasilan yang memuaskan tanpa adanya pengeluaran yang tidak penting.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Psikologi, Gaya Hidup, Gaya Bermusik
    Subjects: L Education > Special Education > Music Education
    M Music and Books on Music > M Music
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Musik)
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 29 Dec 2017 11:56
    Last Modified: 29 Dec 2017 11:56

    Actions (login required)

    View Item