RESPON GENERASI MUDA JAWA TERHADAP SENI PERTUNJUKAN WAYANG KULIT (Studi Kasus di Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang).

Sholikhatun Ni’mah , 3401412056 (2016) RESPON GENERASI MUDA JAWA TERHADAP SENI PERTUNJUKAN WAYANG KULIT (Studi Kasus di Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (619Kb)

    Abstract

    Penelitian ini membahas mengenai respon generasi muda jawa terhadap seni pertunjukan wayang kulit. Di dalam fenomena tersebut mencakup adanya keberadaan pertunjukan wayang kulit, respon generasi muda terhadap pertunjukan wayang kulit, dan faktor yang melatarbelakangi respon dan minat generasi muda terhadap pertunjukan wayang kulit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) fenomena keberadaan seni pertunjukan wayang kulit di Desa Lemah Ireng, (2) Respon generasi muda Desa Lemah Ireng terhadap seni pertunjukan wayang kulit, (3) faktor yang melatarbelakangi respon dan minat generasi muda di Desa Lemah Ireng terhadap seni pertunjukan wayang kulit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Lemah Ireng. Informan dalam penelitian ini yaitu generasi muda, generasi tua, dan tokoh masyarakat Desa Lemah Ireng. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial dari Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena keberadaan pertunjukan wayang kulit di Desa Lemah Ireng menjadi instrument penting dalam upacara bersih desa, sehingga eksistensinya dapat terjaga dengan baik. Generasi muda di Desa Lemah Ireng mempunyai respon yang baik terhadap kesenian wayang kulit. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat desa terhadap mitologi yang berkembang di desanya. Respon generasi muda terhadap seni pertunjukan wayang kulit tergolong variatif, sehingga tercipta tiga pola menonton yaitu dari babak pertama sampai limbukan, dari limbukan sampai goro-goro, dan dari awal hingga akhir pertunjukan. Fungsi wayang kulit di kalangan generasi muda sudah bergeser dari fungsi religi menjadi fungsi rekreasi. Respon dan minat generasi muda terhadap pertunjukan wayang kulit dilatarbelakangi oleh lima faktor, yaitu karakteristik dalang yang tampil, faktor letak geografis, faktor lingkungan keluarga, faktor pengetahuan tentang filosofi jawa,dan faktor kesibukan pekerjaan dan sekolah. Saran untuk generasi muda Desa Lemah Lireng bahwa mereka mempunyai respon yang baik terhadap seni pertunjukan wayang kulit.Sehingga hal tersebut seharusnya dapat dijadikan sebagai kekuatan oleh generasi muda untuk mengembangkan Desa Lemah Ireng menjadi desa wisata yang berbasis seni dengan melibatkan pemerintah desa atau kabupaten, dan tokoh masyarakat.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Desa Lemah Ireng, generasi muda, respon, wayang kulit.
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 23 Nov 2017 12:46
    Last Modified: 23 Nov 2017 12:46

    Actions (login required)

    View Item