STRATEGI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA PASCA PELARANGAN BERJUALAN DI KAWASAN SIMPANG TUJUH UNNES

Ila Raudhatul Jannah , 3401412013 (2016) STRATEGI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA PASCA PELARANGAN BERJUALAN DI KAWASAN SIMPANG TUJUH UNNES. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1678Kb)

    Abstract

    Kebijakan rektor UNNES yang melarang pedagang kaki lima berjualan di Simpang Tujuh UNNES memunculkan strategi sosial ekonomi pedagang kaki lima. Strategi ini dilakukan agar para pedagang kaki lima bisa melangsungkan usaha-usaha yang digeluti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan, strategi dan dampak terhadap penjualan pedagang kaki lima terhadap adanya kebijakan pelarangan berjualan di Kawasan Simpang Tujuh UNNES. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teori dari Max Weber yaitu teori tindakan rasional instrumental. Lokasi penelitian berada di Kawasan Simpang Tujuh sebagai tempat pelarangan berjualan dan di depan Lapangan banaran kawasan UNNES sebagai tempat para pedagang kaki lima yang pindah berjualan. Subjek penelitian adalah pedagang kaki lima sebagai sasaran kebijakan pelarangan berjualan. Pengumpulan data memakai teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data memakai teknik triangulasi. Analisis data memakai metode analisis data kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kebijakan pelarangan berjualan menimbulkan berbagai tanggapan dari pedagang kaki lima, sikap yang paling dominan yang diperlihatkan oleh pedagang kaki lima adalah pasrah dengan keputusan yang diberikan dan tetap berjualan walaupun belum ada tempat untuk relokasi. Hambatan yang dirasakan oleh para pedagang kaki lima yaitu mengenai cuaca yang tidak menentu seperti adanya hujan membuat para pedagang kaki lima harus memiliki teknik tersendiri agar jajanan yang dijual tidak terkena kotoran yang ditimbulkan dari adanya hujan selain itu tempat relokasi yang belum jelas membuat para pedagang dilematis untuk melakukan usahanya, meskipun para pedagang kaki lima tetap berjualan akan tetapi pedagang kaki lima belum merasa nyaman karena masih berjualan di lingkungan yang dilarang untuk berjualan. (2) Strategi sosial ekonomi yang dilakukan pedagang kaki lima yaitu menggunakan lahan kosong untuk berjualan, mencari pelanggan baru dengan cara menginformasikan lokasi berjualan yang baru kepada mahasiswa melalui mulut ke mulut dan mengiklankan secara online melalui facebook, tetap menjaga cita rasa/kualitas agar pelanggan tetap menyukai apa yang dihidangkan, memproduksi makanan sesuai standar laku hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan untung rugi, tetap memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap pelanggan, tetap memberikan tambahan makanan agar pelanggan merasa senang. (3) Pedagang kaki lima adalah pihak yang paling merasakan dampak dari kebijakan. Dampak yang paling dirasakan oleh pedagang kaki lima adalah lokasi yang bermasalah, berkurangnya pelanggankonsumen dan berkurangnya pendapatan. Saran bagi UNNES yang dijadikan tempat lokasi agar memberikan saran atau solusi untuk mencari tempat atau lokasi baru bagi para pedagang kaki lima. Pihak kelurahan sebagai pengelola juga agar sebelumnya telah menyiapkan rencana kedepan untuk jangka panjang jika suatu saat akan ada kebijakan terkait relokasi. Untuk para pedagang kaki lima sebagai sasaran dalam kebijakan diharapkan agar tertib dalam peraturan yang telah ditetapkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pedagang Kaki Lima, Sosial Ekonomi, Strategi.
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 22 Nov 2017 07:13
    Last Modified: 22 Nov 2017 07:13

    Actions (login required)

    View Item