NILAI-MORAL DALAM TRADISI SAPARAN MASYARAKAT DESA NOGOSAREN KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG

Kosim , 3301412145 (2016) NILAI-MORAL DALAM TRADISI SAPARAN MASYARAKAT DESA NOGOSAREN KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (731Kb)

    Abstract

    Tradisi Saparan sering disebut sebagai Merti Desa. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan agar desa selalu mendapatkan keberkahan, kesejahteraan dan dijauhkan dari malapetaka. Masyarakat yang melaksanakan tradisi Saparan akan mengundang para kerabat, kenalan, dan sanak saudara untuk berkunjung ke rumah masing-masing. Masyarakat Desa Nogosaren secara konsisten melaksanakan tradisi Saparan. Tradisi ini mengandung Nilai-moral yang harus dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan alasan masyarakat Desa Nogosaren yang tetap mempertahankan tradisi Saparan (2) mendeskripsikan prosesi tradisi Saparan di Desa Nogosaren (3) mendeskripsikan nilai-moral yang terkandung dalam tradisi Saparan masyarakat Desa Nogosaren (4) mendeskripsikan implementasi nilai-moral dalam kehidupan masyarakat Desa Nogosaren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif. Fokus penelitian ini yaitu Latar belakang pelaksanaan tradisi Saparan di Desa Nogosaren, Pelaksanaan tradisi Saparan di Desa Nogosaren, Nilai-moral dalam tradisi Saparan, Implementasi Nilai- moral tersebut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Nogosaren. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan (1) masyarakat masih mempertahankan tradisi Saparan karena masyarakat terikat dengan tradisi Saparan. Masyarakat berharap agar mendapatkan berkah, dan dijauhkan dari malapetaka (2) pelaksanaan tradisi Saparan dimulai dengan bersih lingkungan, bersih kubur, dandan kali. Selanjutnya perayaan utama yaitu slametan yang diklasifikasikan menjadi tiga bagian dan dilaksanakan secara berurutan, yaitu perayaan komunal, perayaan individu dan perayaan yang bersifat hiburan. Perayaan komunal yaitu do’a bersama, perayaan individu dilaksanakan di rumah masing-masing dengan tujuan mempererat tali persaudaraan. Perayaan hiburan bertujuan untuk meramaikan suasana Saparan (3) Nilai-moral dalam tradisi ini yaitu nilai religius, gotong- royong, peduli terhadap lingkungan, kerja keras, kekeluargaan, silaturahmi, rasa solidaritas dan kerukunan (4) Nilai-moral yang terdapat dalam tradisi Saparan diimplementasikan oleh masyarakat Desa Nogosaren dalam kehidupan sehari-hari. Nilai religius diimplementasikan melalui kegiatan keagamaan yaitu pengajian yang rutin dilaksanakan setiap Jumat. Sementara itu, nilai gotong-royong, peduli terhadap lingkungan, kerja keras, kekeluargaan dan solidaritas dan kerukunan masyarakat vii tercermin dalam kegiatan-kegiatan seperti kerja bakti, membantu tetangga hajatan, dan membangun rumah. Saran yang dapat peneliti rekomendasikan adalah (1) kepada perangkat desa supaya dapat membuka komunikasi dengan pemerintah daerah (2) kepada pemerintah Kabupaten Semarang diharapkan mampu memanfaatkan tradisi Saparan sebagai salah satu potensi wisata budaya di Kabupaten Semarang.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Implementasi, Nilai-Moral, Tradisi Saparan
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 20 Nov 2017 13:08
    Last Modified: 20 Nov 2017 13:08

    Actions (login required)

    View Item