MOBILITAS KAUM MIGRAN (PENJUAL MARTABAK) ASAL LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL

Mohamad Aldi Setiawan , 3301412055 (2016) MOBILITAS KAUM MIGRAN (PENJUAL MARTABAK) ASAL LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (460Kb)

    Abstract

    Pembangunan kota sangat sulit dikejar oleh kemajuan desa. Akibatnya, kota menjadi magnet yang menarik bagi penduduk dari desa untuk mengadu nasib dan berharap mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Sempitnya peluang kerja di desa serta tidak menariknya bekerja di desa sebagai petani yang terkesan hidup serba pas-pasan, produk hasil pertanian terkesan sangat murah, tidak sebanding dengan modal serta tenaga yang dikeluarkan semakin memantapkan penduduk desa untuk berhijrah ke kota mencari penghidupan yang lebih layak. Kebanyakan kaum migran datang ke kota untuk mencari pekerjaan, mereka mencoba menjadi karyawan, buruh pabrik, baby sister, kuli bangunan dan lain-lain, sedangkan kaum migran asal Lebaksiu Kabupaten Tegal mereka datang bukan untuk mencari pekerjaan melainkan berwirausaha menjadi penjual martabak, profesi sebagai penjual martabak termasuk jenis pekerjaan sektor informal karena tanpa persyaratan yang rumit serta kriteria yang berlebihan hanya bermodal keahlian meracik martabak serta ketekunan. Penjual martabak Lebaksiu sudah merambah ke banyak kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Manado, Samarinda, Jaya Pura dan masih banyak lagi, mereka berjualan di tempat-tempat strategis seperti perempatan jalan, samping lampu merah, di depan gang komplek dan lain-lain. Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan yang diambil adalah 1) Bagaimana mobilitas (penjual martabak) asal Lebaksiu berlangsung? 2) Bagaimana peluang dan tantangan Kaum Migran (penjual martabak) asal Lebaksiu di tanah rantau? 3) Bagaimana manfaat migrasi (penjual martabak) bagi kesejahteraan ekonomi keluarga Kaum Migran asal Lebaksiu?. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui mobilitas (penjual martabak) asal Lebaksiu berlangsung, 2) Mengetahui peluang dan tantangan Kaum Migran (penjual martabak) asal Lebaksiu di tanah rantau, 3) Mengetahui manfaat migrasi (penjual martabak) bagi kesejahteraan ekonomi keluarga Kaum Migran asal Lebaksiu. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Lebaksiu Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Fokus peneliltian ini adalah keberlangsungan mobilitas Migran (penjual martabak) asal Lebaksiu, peluang dan tantangan Kaum Migran (penjual martabak) asal Lebaksiu di tanah rantau serta manfaat migrasi (penjual martabak) bagi kesejahteraan ekonomi Kaum Migran asal Lebaksiu. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis data dari Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola mobilitas kaum migran (penjual martabak) asal Lebaksiu adalah menyebar secara individual dan dilakukan oleh kaum pria mencari daerah-daerah yang penjual martabaknya tidak terlalu banyak sehingga mampu memperoleh hasil maksimal dalam berbisnis sebagai penjual martabak. Mobilitas yang dilakukan oleh Kaum Migran (penjual martabak) asal Lebaksiu adalah mobilitas nonpermanen, perantauan hanyalah rumah kedua tempat singgah sementara untuk mencari nafkah, rumah utama tetap kampung halaman. Mobilitas Kaum Migran (penjual martabak) asal Lebaksiu berdampak pada peningkatan kemampuan ekonomi, para migran dan keluarganya bisa membangun rumah, membeli sepeda motor, menyekolahkan anak dan lainlain. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah 1) Kepada Pemerintah Pusat diharapkan mampu membuat aturan yang mendukung usaha sektor informal seperti penjual martabak, pedagang kaki lima dan lain-lain yang terlihat sederhana namun mampu menghidupi ekonomi rakyat kecil, 2) Kepada Pemerintah Daerah yang banyak kedatangan para migran baik yang bekerja sebagai penjual martabak atau sektor informal lain jangan dianggap sebagai pengganggu keindahan kota, anggaplah mereka sebagai warga negara yang sedang berjuang menghidupi keluarga, tidak memperlakukan mereka sewenang-wenang seperti melakukan penggusuran atau memaksa mereka pulang kembali ke kampung halaman, biarkan mereka mengembangkan bakat dan kemampuan yang mereka miliki, 3) Kepada orang tua jika mempunyai anak yang nilai akademisnya tidak terlalu tinggi namun berbakat menjadi wirausahawan dukunglah dan beri modal, jangan memaksa anak untuk sekolah, mendapat ijazah dan bekerja di perusahaan besar atau menjadi Pegawai Negeri Sipil, biarkanlah mereka berwirausaha, suatu hal yang dilakukan atas dasar kesenangan maka akan menghasilkan sesuatu yang maksimal.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Mobilitas, Migran, Penjual Martabak
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Migrant Workers
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 16 Nov 2017 14:05
    Last Modified: 16 Nov 2017 14:05

    Actions (login required)

    View Item