Pemetaan Tingkat Keberhasilan Keluarga Berencana Multi Waktu (Time Series) Tahun 2008, 2011, dan 2014 Di Kabupaten Purworejo.

Okky Rizky Aresta Surasto , 3212312010 (2016) Pemetaan Tingkat Keberhasilan Keluarga Berencana Multi Waktu (Time Series) Tahun 2008, 2011, dan 2014 Di Kabupaten Purworejo. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2181Kb)

    Abstract

    Pertumbuhan penduduk di Indonesia berkisar antara 2,15% per tahun hingga 2,49% pertahun. Tingkat pertumbuhan penduduk seperti itu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi). Peristiwa kelahiran di suatu daerah menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi penduduk, sedangkan peristiwa migrasi dapat menambah maupun mengurangi jumlah penduduk di suatu daerah. Mengurangi bagi yang ditinggalkan dan menambah bagi daerah yang didatangi. Selain penyebab langsung seperti kelahiran, kematian, dan migrasi terdapat penyebab tidak langsung seperti keadaan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan politik. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar diri peneliti sendiri, walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya data yang asli. Data yang digunakan yaitu data Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Purworejo tahun 2008, 2011, dan 2014. Dari data tersebut menunjukan bahwa angka kelahiran di Kabupaten Purworejo masih tinggi, (BKKBN Kabupaten Purworejo, 2013) Dari data tahun 2008 tingkat partisipasi Keluarga Berencana terendah terdapat di Kecamatan Banyuurip yaitu 5.200 jiwa, sedangkan yang tertinggi terdapat di Kecamatan Purworejo yaitu 9.100 jiwa. Tahun 2011 pencapaian tingkat partisipasi Keluarga Berencana (KB) tertinggi terdapat di Kecamatan Purworejo yaitu 8.560 jiwa, sedangkan pencapaian tingkat partisipasi terendah di Kecamatan Kaligesing yaitu 4.124 jiwa. Pencapaian tingkat partisipasi tertinggi tahun 2014 terdapat di Kecamatan Purworejo yaitu 8.950 jiwa, sedangkan pencapaian tingkat partisipasi terendah terdapat di Kecamatan Bagelen yaitu 4.210 jiwa. Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian yang di dapatkan yaitu hendaknya lebih menyadari bahwa Negara kita adalah Negara berkembang, cirinya perkembangan penduduknya yang sangat pesat dengan demikian seharusnya dapat mendukung program pemerintah yaitu dengan mengusahakan pengaturan kelahiran dengan memasyarakatkan KB (Keluarga Berencana), disamping usaha pemerataan pendidikan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pemetaan, Tingkat Keberhasilan, Keluarga Berencana
    Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 13 Nov 2017 08:03
    Last Modified: 13 Nov 2017 08:03

    Actions (login required)

    View Item