REVITALISASI IDENTITAS BATAK MELALUI: TRADISI, ADAPTASI, DAN STRATEGI EKONOMI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT JAWA (Studi Kasus di Perumahan Kutoharjo Pati)

DWIYANTO, 0301513006 (2015) REVITALISASI IDENTITAS BATAK MELALUI: TRADISI, ADAPTASI, DAN STRATEGI EKONOMI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT JAWA (Studi Kasus di Perumahan Kutoharjo Pati). Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (221Kb)

    Abstract

    Perumahan Kutoharjo Pati dikenal sebagai perumahan Batak, karena banyaknya Batak perantauan tinggal dan mengandalkan hidup sebagai pedagang dan penjaja modal secara kredit di pasar-pasar tradisional. Masalahnya, orang Batak mengalami degradasi vitalitas identitas suku bangsa karena pekerjaan dan sebutan ”Batak” itu sendiri. Penelitian difokuskan pada tradisi, adaptasi, strategi ekonomi, dan upayanya dalam merevitalisasi identitas Batak di lingkungan masyarakat Jawa. Tujuan penelitian mengkaji tradisi, adaptasi, strategi ekonomi, dalam upaya merevitalisasi identitas Batak di lingkungan masyarakat Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali dan mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada kehidupan orang Batak di lingkungan masyarakat Jawa dalam merevitalisasi identitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya tradisi pesta kematian, mangadati, manaruon aik ni ute, tardidi, dan tradisi warungan pada orang Batak di lingkungan Jawa dengan tetap mempertahankan selera makanan, makanan adat Batak, peralatan, pemakaian ulos, marga Batak dan mengubah kebiasaan berbahasa dan minum. Adaptasi Batak dilakukan dengan membawa babi pesta secara sembunyi-sembunyi, mengurangi nyanyi-nyanyi di malam hari, mengganti minum tuak menjadi minum kopi, berpikir positif, serta melibatkan diri dalam kegiatan kemasyarakatan Jawa. Strategi ekonomi dilakukan dengan hidup sederhana, bekerja keras, percaya diri, melatih keterampilan usaha secara langsung, berhemat, menabung, menghindari birokrasi panjang, membeli barang secara kontan dan terencana. Tekniknya, meminjamkan modal dan atau menjual barang pada pelanggan di pasar-pasar tradisional secara kredit berbunga 20%. Tambahan modal untuk peningkatan usaha diperoleh dari bantuan saudara atau tetangga sekampung, arisan kopyokan, dan arisan pasar untuk diputarkan kembali. Informasi penting digali dari tradisi warungan. Upaya revitalisasi identitas dilakukan dengan mengubah sebutan “Batak” menjadi orang Sumatera/Tapanuli, menolak disebut rentenir, aktif dalam punguan dosniruha, melestarikan adat Batak, mewajibkan setiap wanita memakai ulos dan sarung di setiap acara adat Batak, dan menyajikan tudu-tudu sipanganon. Kesimpulannya, revitalisasi identitas Batak dilakukan melalui seleksi budaya, membentuk punguandosniroha dan mengurangi kebiasaan yang dapat menimbulkan masalah. Sebaiknya upaya revitalisasi identitas Batak disertai keterlibatan mereka secara aktif dan nyata dalam kegiatan masyarakat.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial S2
    Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
    Date Deposited: 03 May 2017 09:39
    Last Modified: 03 May 2017 09:39

    Actions (login required)

    View Item