ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM LEARNING CYCLE 7E BERDASARKAN GAYA BELAJAR

ROSMAIYADI, 0401513069 (2015) ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM LEARNING CYCLE 7E BERDASARKAN GAYA BELAJAR. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (237Kb)

    Abstract

    Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu perwujudan HOT dalam pembelajaran matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Dalam mempelajari materi pelajaran, siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran Learning Cycle 7E, pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa, gaya belajar yang paling baik kemampuan berpikir kritisnya dan deksripsi kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada masing-masing gaya belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mixed Method model Sequential Explanatory Design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Setelah dilakukan pengambilan sampel selanjutnya dilakukan pengambilan data gaya belajar menggunakan kuesioner. Selanjutnya dilakukan pembelajaran model Learning Cycle 7E pada materi kubus dan balok. Kemudian dilakukan pengambilan data kemampuan berpikir kritis matematis dengan tes. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menguji keefektifan pembelajaran model Learning Cycle 7E, menguji pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan mengetahui gaya belajar yang paling baik kemampuan berpikir kritis matematisnya. Sedangkan analisis kualiatif dilakukan untuk memperdalam hasil penelitian mengenai deskripsi kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada masing-masing gaya belajar melalui wawancara. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa model Learning Cycle 7E efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis hal ini dapat dilihat dari aspek ketuntasan klasikal, diperoleh hasil bahwa proporsi siswa yang mendapat nilai KBKM lebih dari atau sama dengan KKM=70 telah melampaui 75%, sedangkan pada uji beda rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah thitung=6,497>ttabel=1,671 hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran model Learning Cycle 7E lebih dari rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Gaya belajar mempengaruhi Kemampuan berpikir kritis matematis siswa hal ini diperoleh berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis nilai Asym sig. adalah 0,046 < 0,05. Gaya belajar visual memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang paling baik. Masing-masing gaya belajar memiliki kelebihan dan kekurangan pada aspek-aspek kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga menyebabkan masing-masing gaya belajar memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang berbeda pula.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika, S2
    Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
    Date Deposited: 18 Apr 2017 08:09
    Last Modified: 18 Apr 2017 08:09

    Actions (login required)

    View Item