SISTEM PENGOBATAN GIGI TRADISIONAL OMPRONG DI KALANGAN MASYARAKAT DESA TLAHAP KECAMATAN PEJAWARAN KABUPATEN BANJARNEGARA

Awang Syah Agustino , 3401411043 (2015) SISTEM PENGOBATAN GIGI TRADISIONAL OMPRONG DI KALANGAN MASYARAKAT DESA TLAHAP KECAMATAN PEJAWARAN KABUPATEN BANJARNEGARA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (847Kb)

    Abstract

    Desa Tlahap Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara memiliki suatu system pengobatan tradisional yang unik untuk mengobati sakit gigi dan masyarakat setempat mengetahuinya dengan nama omprong. Pengobatan gigi Omprong adalah nama yang dikenal oleh masyarakat yang biasanya untuk pengobatan gigi berlubang dan gusi bengkak, namun pada masyarakat Desa Tlahap Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara menyebutkan dengan gigi omprong. Pengobatan tradisional tersebut sudah ada sejak zaman dahulu dan dijalankan oleh Bapak Slamet. Pengobatan tradisional ini sudah cukup terkenal dan dipercaya oleh masyarakat Desa Tlahap serta masyarakat sekitar Desa.Tujuan penelitian ini 1) Mengetahui sistim pengobatan gigi tradisional omprong pada Desa Tlahap, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara dilakukan, 2) Mengetahui alasan masyarakat Desa Tlahap masih yakin dengan adanya terhadap pengobatan gigi tradisional omprong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kasus. Lokasi penelitian di Desa Tlahap, Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Tlahap. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) system pengobatan gigi tradisional omprong sebagai pengalaman turun-temurun. Sakit gigi yang dialami oleh masyarakat yaitu karena gigi berlubang dan gusi yang bengkak sehingga menyebabkan adanya sakit gigi. Pak Slamet sebagai praktisi pengobatan omprong mengklasifikasikan jenis penyakit gigi yang ditangani menjadi 2 jenis, yaitu gigi growing atau berlubang dan gusi bengkak. Kepercayaan pengobatan gigi tradisional omprong agen yang menyebabkan sakit gigi adalah adanya ulat yang bersarang pada gigi yang berlubang. Masayarakat setempat biasanya menyebutkan ulat tersebut dengan istilah gendhon. Gendhon atau ulat ini adalah penyebab timbulnya sakit gigi yang dialami oleh masyarakat Desa Tlahap, karena gendhon tersebut bersarang pada gigi yang berlubang. Proses pengobatan gigi tradisional omprong memiliki 3 tahapan. a) Konsultasi dengan praktisi pengobatan gigi tradisional omprong, b) Peralatan yang di gunakan saat melakukan pengobatan gigi omprong, c) Do‟a saat mau melakukan pengobatan gigi omprong, d) Gambaran cara pengobatan gigi omprong di Desa Tlahap. 2) alasan masyarakat menyakini pengobatan gigi tradisional omprong dari pada pengobatan modern adalah 1) Keyakinan masyarakat mengenai adanya pengobatan gigi tradisional omprong sangat baik dan membatu sekali bagi masyarakat Desa Tlahap, 2) Faktor Kemanjuran Menyebabkan Masyarakat Desa Tlahap Masih Menyakini Pengobatan Gigi Tradisional Omprong dibagi menjadi 3 macam a) pengaruh dari orang lain, Masyarakat datang berobat ke pengobatan gigi tradisional omprong karena ikut – ikutan yang sudah pernah, b) faktor biaya yaitu pengobatan gigi tradisional omprong tidak mematok biaya, c) Kepercayaan terhadap pengobatan gigi tradisional omprong yang kuat membuat masyarakat lebih memilih ke pengobatan tersebut

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Masyarakat Desa Tlahap, Omprong, Pengobatan, Tradisional
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
    G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: Users 23382 not found.
    Date Deposited: 02 Feb 2016 08:27
    Last Modified: 02 Feb 2016 08:27

    Actions (login required)

    View Item