KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN POHON MASALAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP

Nartini Lestari , 4201411039 (2015) KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN POHON MASALAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (4Mb)

    Abstract

    Kemampuan berpikir kritis diperlukan untuk pemecahan masalah dalam pembelajaran fisika. Oleh karena itu siswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis siswa yang perlu ditingkatkan. Pemilihan dan pelaksanaan model pembelajaran serta media yang tepat oleh guru akan membantu guru dalam membelajarkan fisika, sehingga siswa dapat memahami dengan jelas setiap materi yang disampaikan, meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya, dan akhirnya mampu memecahkan setiap permasalahan yang muncul pada materi. Model pembelajaran yang dapat membantu siswa berlatih berpikir kritis diantaranya model PBL berbantuan pohon masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah pembelajaran PBL berbantuan pohon masalah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dikatakan efektif apabila pada tes kemampuan berpikir kritis lebih dari 50% siswa memperoleh nilai minimal 70, dengan skor gain >0,3 dan mencapai persentase rata-rata kemampuan berpikir kritis mencapai 50%. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N 2 Boja tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII B dan C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran PBL berbantuan pohon masalah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Persentase rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat sebesar 20% dari pretest sampai posttest, dengan skor gain sebesar 0,36 kategori sedang. Pada kelompok eksperimen skor gain aspek memberikan sederhana, membangun ketrampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lanjut, dan mengatur strategi dan teknik masing-masing sebesar 0,06; 0,33; 0,42; 0,43; 0,43; sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,28; 0,31; 0,34; 0,25; dan 0,24. Perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kritis tersebut dikarenakan adanya perbedaan perlakuan pada kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran PBL berbantuan pohon masalah dan pada kelompok kontrol menggunakan pembelajaran ekpositori. Berdasarkan hasil uji perbedaan dua rata-rata menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran PBL berbantuan pohon masalah lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran ekspositori. Disarankan bahwa pembelajaran PBL berbantuan pohon masalah dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: pembelajaran PBL, pohon masalah, kemampuan berpikir kritis
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > Q Science (General)
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Fisika, S1
    Depositing User: Users 23382 not found.
    Date Deposited: 26 Jan 2016 11:18
    Last Modified: 26 Jan 2016 11:18

    Actions (login required)

    View Item