PENGHAYATAN PEMERAN NGABDUL DAN CIPLUK DALAM LAKON OBAHING LEDHEK KASAPUTING RATRI DI KETOPRAK TRUTHUK TIRANG SEMARANG

Maya Yuanita Agustiani , 2501411097 (2015) PENGHAYATAN PEMERAN NGABDUL DAN CIPLUK DALAM LAKON OBAHING LEDHEK KASAPUTING RATRI DI KETOPRAK TRUTHUK TIRANG SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENGHAYATAN PEMERAN NGABDUL DAN CIPLUK DALAM LAKON OBAHING LEDHEK KASAPUTING RATRI DI KETOPRAK TRUTHUK TIRANG SEMARANG ) - Published Version
Download (1567Kb)

    Abstract

    Penghayatan peran dalam permainan drama merupakan upaya pemain dalam mengekspresikan karakter serta mimik wajah yang dibawakan oleh pemain, sehingga tema, judul dan pesan dapat tersampaikan terhadap penonton secara jelas. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penghayatan peran, yang terdiri dari dua kajian pokok yakni aspek sajian ketoprak Truthuk Tirang dan Pengahayatan pemeran Ngabdul dan Cipluk. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penghayatan pemeran Ngabdul dan cipluk yang dilihat dari dua aspek mengetahui melalui aspek sajian, melalui penghayatan pemeran itu sendiri. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Mengahasilkan data diskriptif peneliti memilih menggunakan pendekatan psikoanalisa. Metode pengumpulan data menggunakan teknik yakni Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aspek sajian ketoprak Truthuk Tirang yakni: lakon, naskah, sutradara, casting pemain serta elemen pendukung antaralain: ilustrasi musik, tata busana, tata rias. Penghayatan tokoh Ngabdul dan Cipluk dipergakan dengan dialog serta hasil ekspresi gerak-geriknya. Pembangunan suasana dan karakter pemeran tokoh Ngabdul dapat menimbulkan rasa benci terhadap penonton atas peran antagonis yang dibawakannya. Begitupun yang dirasakan oleh penonton ketika memperhatikan tokoh Cipluk, dapat menimbulkan rasa belas kasihan atas peran Protagonisnya. Berbagai elemen pendukung tata rias, tata busana dan ilustrasi musik. Tata rias wajah tokoh Ngabdul menggunakan tata rias watak. Tokoh Cipluk menggunakan tatarias korektif. Ilustrasi musik menggunakan sebagian gamelan Laras Slendro yang terdiri dari rebab, kendang, gender, bonang, saron, gong, kempul bernada 6 serta kethongan yang merupakan alat musik yang wajib dalam pertunjukan truthuk. Saran bagi Kelompok Ketoprak Truhuk Tirang diharapkan terutama bagi pemeran tokoh perlu berlatih lagi tetang teori drama turgi. Supaya dalam pementasannya tidak terkesan spontanitas. Sutradara diharapkan dalam memilih pemain harus dapat memahami kesesuian umur pemeran, karena pemeran Ngabdul sudah terlalu tua untuk diperankan oleh Widayat. Seharusnya mencari pemain yang umurnya sesuai denga umur seorang Ngabdul. Bagi Masyarakat terutama generasi muda harusnya lebih aktif memberi apresiasi terhadap Ketoprak Truthuk yang hampir hilang ditelan zaman, karena generasi muda merupakan fondasi dalam melestarikan kesenian daerahnya sendiri

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Penghayatan pemeran, Ngabdul dan Cipluk, Aspek sajian, obahing ledhek kasaputing ratri, Ketoprak Truthuk Tirang Semarang
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 11 Jan 2016 06:56
    Last Modified: 11 Jan 2016 06:56

    Actions (login required)

    View Item