UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA: TAWURAN DI SMAN 4 KABUPATEN TANGERANG

Meidayanti Pradatin Dianlestari, 3301411037 (2015) UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA: TAWURAN DI SMAN 4 KABUPATEN TANGERANG. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2086Kb)

    Abstract

    Pada masa remaja tidak jarang remaja melakukan tingkah laku yang dianggap melanggar aturan yang ada. Dalam hal ini biasa disebut dengan kenakalan remaja. Mengingat perkembangan zaman seperti saat ini dapat mempengaruhi jenis-jenis kenakalan remaja diantaranya membolos saat sekolah, merokok, minum-minuman keras, pencurian, pencopetan, pemerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, tawuran, dan lainnya. Tawuran merupakan suatu fenomena yang sudah ada sejak lama. Tawuran dapat diartikan sebagai perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok ataupun secara bersama-sama. Istilah tawuran sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tawuran antar pelajar maupun antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng sekelompok anak muda. Mereka merasa bangga jika masyarakat takut dengan geng atau kelompoknya. Hal terpenting dalam permasalahan tawuran ini yaitu menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tawuran ini. Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yang diambil adalah 1) apakah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang, 2) bagaimana upaya mengatasi kenakalan remaja berupa tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang, dan 3) apa saja kendala yang dihadapi dalam upaya mengatasi kenakalan remaja berupa tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui faktor faktor penyebab terjadinya tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang, 2) untuk mengetahui upaya mengatasi kenakalan remaja berupa tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang, dan 3) untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam upaya mengatasi kenakalan remaja berupa tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.Lokasi penelitian adalah SMAN 4 Kabupaten Tangerang yang terletak di Jalan Hamid Achari No. 18 Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang.Fokus penelitiannya adalah faktor faktor yang menyebabkan tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang, upaya yang dilakukan sekolah dalam mengatasi kenakalan remaja berupa tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang, kendala yang dihadapi oleh sekolah dalam mengatasi tawuran. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Analisis data kualitatif mengunakan teknik dari Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan faktor-faktor penyebab terjadinya tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang ialah fakor internal berupa ketersinggungan antar kelompok dan perasaan terancam, serta faktor eksternal yang terdiri dari faktor keluarga berupa kurangnya perhatian dari orang tua, faktor sekolah yaitu kurangnya kegiatan siswa dan adanya sekolah yang dianggap musuh, dan faktor lingkungan berupa letak geografis dan pergaulan siswa. Upaya yang diakukan untuk mengatasi tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang, yaitu: 1) aturan sekolah, 2) menambah kegiatan siswa, 3) ceramah agama, dan 4) kerjasama dengan kepolisian. Kendala yang dihadapi dalam upaya mengatasi tawuran di SMAN 4 Kabupaten Tangerang meliputi: 1) siswa atau peserta didik, dan 2) pihak sekolah. Saran yang diajukan untuk penelitian ini, yaitu: 1) sekolah hendaknya mengoptimalkan upaya dalam mengatasi tawuran, serta menambahkan salah satu upaya dengan melakukan home visit agar pihak sekolah mengetahui latar belakang keluarga siswa yang terlibat tawuran dan memberikan arahan langsung kepada orang tua siswa, Guru lebih komunikatif terhadap orang tua siswa maupun kepada siswa hal ini ditujukan agar kegiatan siswa lebih terpantau, 2) siswa diharapkan mampu membedakan hal-hal yang baik dan buruk dalam bergaul, siswa mampu menyalurkan bakat yang dimiliki melalui kegiatan positif di sekolah maupun di uar sekolah. Seperti contoh jika siswa memiliki bakat utuk beladiri hendaknya disalurkan pada organisasi beladiri taekwondo, pencak silat, karate dan lainnya, Siswa hendaknya lebih terbuka terhadap orang tua dan guru sehingga ketika ada permasalahan yang dihadapinya dapat diberikan solusi yang baik., dan 3) orang tua diharapkan lebih memperhatikan anak-anaknya dan memberikan pengarahan agar anak-anaknya tidak terlibat dalam kasus tawuran disekolah, Orang tua mampu menjalin komunikasi yang baik dengan anak agar anak tidak merasa sendirian.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Upaya, Remaja, Kenakalan Remaja, Tawuran, SMAN 4 Kabupaten Tangerang
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: erni setyaningsih unnes
    Date Deposited: 13 Nov 2015 14:42
    Last Modified: 13 Nov 2015 14:42

    Actions (login required)

    View Item