RUMAH DETENSI IMIGRASI DALAM PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA WARGA NEGARA ASING PENCARI SUAKA (Studi di Rumah Detensi Imigrasi Semarang)

Villian Febri Morradi, 8111411191 (2015) RUMAH DETENSI IMIGRASI DALAM PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA WARGA NEGARA ASING PENCARI SUAKA (Studi di Rumah Detensi Imigrasi Semarang). Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (3859Kb)

    Abstract

    Mobilitas orang asing di Indonesia sangat banyak dan beragam. Salah satunya adalah pencari suaka yang masuk ke Indonesia tanpa dokumen keimigrasian. Dalam penanganan pelanggaran keimigrasian dan untuk menampung para pencari suaka tersebut maka dibentuklah Rumah Detensi Imigrasi guna memberikan pemenuhan Hak Asasi Manusia bagi mereka yang sesuai dengan Peraturan Direktur Jendral Imigrasi Nomor F-1002.PR.02.10 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pendetensian Orang Asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Rumah Detensi Imigrasi Semarang dalam pemenuhan HAM bagi para Pencari Suaka dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Jenis penelitian ini menggunakan Yuridis Sosiologis dan analisis data menggunakan metode pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Sedangkan proses pengolahan data melalui pengumpulan data, penyajian data, analisis data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa bahwa Rudenim Semarang dalam pemenuhan HAM bagi para pencari suaka sudah sesuai dengan Peraturan Direktur Jendral Imigrasi Nomor F-1002.PR.02.10 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pendetensian Orang Asing, dengan cara memberikan program-program yang dilaksanakan secara terstuktur. Adapun faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Rumah Detensi Imigrasi Semarang dalam pemenuhan hak asasi manusia bagi pencari suaka: (1 Faktor Pendukung, Rudenim Semarang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yaitu PKBI dan Rumah Sakit guna memberikan pemenuhan hak asasi manusia bagi pencari suaka, (2 Faktor Penghambatnya yaitu tidak adanya tenaga medis yang standby 24 jam, tidak tersedianya gudang penyimpanan obat-obatan, faktor bahasa yang digunakan dalam komunikasi serta selera menu makanan yang berbeda-beda setiap deteni disana. Saran agar diharapkan kepada Rudenim Semarang untuk lebih menambah SDM disana guna meningkatkan pemenuhan HAM bagi para pencari suaka, diharapkan koordinasi dengan instansi terkait lebih ditingkatkan lagi agartercipta suatu hasil kinerja yang maksimal dalam pemenuhan hak asasi manusia bagi para pencari suaka, dan diharapkan Pemerintah Indonesia membuat kebijakan yang jelas terkait status pencari suaka di Indonesia agar hak-haknya dapat terpenuhi secara maksimal.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pencari Suaka, Rumah Detensi Imigrasi Semarang
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
    Depositing User: rizqi mulyantara unnes
    Date Deposited: 13 Nov 2015 08:52
    Last Modified: 13 Nov 2015 08:52

    Actions (login required)

    View Item