KAJIAN ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DAN DAMPAK TERHADAP PRODUKSI PADI DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2000-2010

Moh. Khoirul Muslikin, 3250408036 (2015) KAJIAN ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DAN DAMPAK TERHADAP PRODUKSI PADI DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2000-2010. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1123Kb)

    Abstract

    Alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian menjadi fenomena hampir di semua wilayah. Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya mengkonsumsi beras yang dihasilkan oleh tanaman padi. Permasalahan yang di kaji adalah: (1) Seberapa besar alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah di Kabupaten Blora pada tahun 2000-2010? (2) Seberapa besar dampak alih fungsi lahan sawah ke non sawah terhadap produksi padi di Kabupaten Blora pada tahun 2000-2010?. Berdasarkan permasalahan diatas, tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui seberapa besar alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah di Kabupaten Blora pada tahun 2000-2010. (2) Untuk mengetahui seberapa besar dampak alih fungsi lahan sawah ke non sawah terhadap produksi padi di Kabupaten Blora pada tahun 2000-2010. Lokasi penelitian ini berada di kawasan Kabupaten Blora. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lahan sawah yang dialihkan menjadi lahan non sawah di Kabupaten Blora. Alih fungsi lahan sawah ke non sawah di peroleh dari overlay peta penggunaan lahan Kabupaten Blora tahun 2000 dan tahun 2010. Metodologi penelitian yang di pakai dalam penelitian ini adalah metode Total Sampling, dengan sampel seluruh lahan sawah yang beralih fungsi menjadi lahan non sawah di Kabupaten Blora tahun 2000-2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah di Kabupaten Blora pada tahun 2000-2010 yaitu sebesar 7.417,60 Ha. Perubahan itu terdiri dari 2.230,84 Ha yang berubah menjadi pemukiman, kemudian yang berubah menjadi tegalan sebesar 1.453,12 Ha, kebun sebesar 1.551,73 Ha dan yang berubah menjadi hutan sebesar 2.181,91 Ha. Alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah di Kabupaten Blora tahun 2000-2010 berdampak positif terhadap produksi padi. Itu di wujutkan dengan meningkatnya tingkat produksi padi di Kabupaten Blora. Dalam kurun waktu tahun 2000-2010 produksi padi di Kabupaten Blora mengalami peningkatan sebesar 39.785 ton. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah Kabupaten Blora melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN), perlu di adakannya sosialisasi dan monitor pada masyarakat selaku pemilik Lahan. Diharapkan dari sosialisasi dan monitoring tersebut dapat mengurangi terjadinya alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah. Karena pelaku utama alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah adalah pemilik lahan sawah itu sendiri (2) Meningkat kualitas dan kuantitas teknologi pertanian untuk mencegak terjadinya potensi menurunnya jumlah produksi pertanian terutama produksi padi yang pada umumnya terjadi jika terjadi penurunan kuantitas lahan sawah.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Alih Fungsi Lahan, Produksi Padi
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: erni setyaningsih unnes
    Date Deposited: 13 Nov 2015 06:02
    Last Modified: 13 Nov 2015 06:02

    Actions (login required)

    View Item