SISTEM INFORMASI KETERKAITAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DAN CEMARAN UDARA DI KOTA SEMARANG

Silvia Verdiana, 3211411007 (2015) SISTEM INFORMASI KETERKAITAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DAN CEMARAN UDARA DI KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2752Kb)

    Abstract

    Perkembangan kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih maju menjadikan keseimbangan ekologi mulai terabaikan sehingga luasan terbangun pada suatu wilayah menjadi salah satu faktor penyempitan RTH. Tujuan dari penelitian ini: (1) Mengetahui kondisi keberadaan RTH di Kota Semarang, (2) Mengkaji cemaran udara di Kota Semarang, (3) Menyusun sistem informasi prediksi keterkaitan RTH dengan cemaran udara di Kota Semarang, (4) Mengkaji keterkaitan RTH terhadap cemaran udara dengan memanfaatkan fungsi sistem informasi RTH sehingga mampu memberikan informasi dan arahan kebutuhan RTH maupun vegetasi untuk meredam cemaran udara di Kota Semarang. Objek dalam penelitian ini adalah lahan potensial, RTH aktual, dan cemaran udara yang berasal dari kegiatan transportasi. Variabel penelitian ini meliputi kondisi sebaran RTH, cemaran udara, dan Sistem Informasi RTH dan Cemaran Udara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, pengukuran lapangan, dan interpretasi sistem informasi RTH dan cemaran udara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis spasial, analisis deskriptif, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan pada lokasi penelitian terdapat beberapa sebaran lahan hijau. Sekitar 15%-25% sebagai potensi taman, 24%-41% sebagai potensi lapangan olah raga, 19%-32% sebagai potensi koridor jalur hijau, dan 41% sebagai potensi pemakaman. Cemaran udara berupa CO2 pada lokasi penelitian yang dihitung dengan mengsitkan hasil pengukuran BLH dan Konversi CO2 hasil perhitungan lapangan. Berdasarkan klasifikasi cemaran udara, keempat lokasi penelitian tersebut tercemar gas CO 2 terutama dari proses transportasi. Berdasarkan perhitungan sistem informasi, Semarang Timur dan Semarang Selatan merupakan kecamatan yang memiliki RTH optimal yang cukup ideal karena selisih lahan potensial dan RTH aktual relatif sedikit sehingga pemanfaatan lahan potensial cukup intensif. Sedangkan Semarang Tengah dan Semarang Utara perlu diadakan peningkatan optimalisasi RTH lebih intensif. Pemkot Semarang diharapkan mengeluarkan kebijakan penghijauan perkarangan rumah atau lahan kosong yang belum dihijaukan secara intensif dan berkala. Serta memberikan sosialisasi terkait pentingnya RTH dalam meminimalisir pencemaran udara. Instansi/dinas terkait yang menangani kondisi tanaman yang ada di taman kota perlu melakukan monitoring secara intensif periodik terhadap vegetasi RTH di Kota Semarang.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Sistem Informasi, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Cemaran Udara
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: erni setyaningsih unnes
    Date Deposited: 12 Nov 2015 19:36
    Last Modified: 12 Nov 2015 19:36

    Actions (login required)

    View Item