ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN TEPUNG TERIGU DAN GULA PASIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA IBU BASUKI BAKERY TAHUN 2014

Rizky Karumarudin, 7311410035 (2015) ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN TEPUNG TERIGU DAN GULA PASIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA IBU BASUKI BAKERY TAHUN 2014. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (979Kb)

    Abstract

    Terjadinya penumpukan bahan baku digudang karena pembelian bahan baku tidak sebanding dengan pemakaian bahan baku menimbulkan biaya penyimpanan. Terjadinya overstock bahan baku tepung terigu maupun gula pasir pada Ibu Basuki Bakery disebabkan karena pada Ibu Basuki Bakery belum menetapkan adanya reorder point dan safety stock. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya persediaan bahan baku pada Ibu Basuki Bakery sehingga biaya total persediaan yang dikeluarkan perusahaan menjadi besar. Untuk mendiskripsikan dan menganalisis persediaan yang optimal dan meminimumkan biaya total persediaan bahan baku maka dilakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Economical Order Quantity (EOQ). Objek penelitian ini adalah jumlah persediaan, jumlah pembelian, jumlah pemakaian bahan yang digunakan dalam proses produksi, serta biaya pemesanan dan penyimpanan baku bahan baku pada Ibu Basuki Bakery tahun 2014. Bahan baku dalam penelitian ini adalah tepung terigu dan gula pasir. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh persediaan tepung terigu yang optimal dengan metode EOQ pada triwulan I tahun 2014 adalah sebesar 3.001 kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 3 kali, persediaan pengaman sebesar 191 kg, melakukan pemesanan kembali (ROP) ketika persediaan tepung terigu tersisa 1.690 kg, dan TIC sebesar Rp 2.085.900,00. Persediaan gula pasir yang optimal dengan metode EOQ pada triwulan I tahun 2014 adalah sebesar 2.998 kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 4 kali, persediaan pengaman sebesar 322 kg, melakukan pemesanan kembali (ROP) ketika persediaan gula pasir tersisa 2.170 kg, dan TIC sebesar Rp 3.043.000,00. Simpulan dari penelitian ini yaitu penentuan kuantitas persediaan bahan baku dengan metode EOQ lebih efisien dibandingkan dengan kebijakan perusahaan. Persediaan yang optimal dan penghematan biaya total persediaan dapat diperoleh dengan metode EOQ sehingga perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Saran yang berkaitan dengan penelitian ini adalah perusahaan sebaiknya mengadakan evaluasi terhadap kebijakan yang diterapkan dan menerapkan metode EOQ dalam pengelolaan persediaan bahan baku untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Persediaan Bahan Baku, Economical Order Quantity(EOQ),Safety Stock (SS), Reorder Point (ROP), TotalInventory Cost (TIC)
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
    Depositing User: Unnes Margi Fitriawan
    Date Deposited: 12 Nov 2015 19:46
    Last Modified: 12 Nov 2015 19:46

    Actions (login required)

    View Item