KAJIAN YURIDIS SOSIOLOGIS TENTANG KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DITINJAU DARI PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 492/MENKES/PER/IV/2010 TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM (Studi terhadap depot air minum isi ulang di Wilayah Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang )

Oki Ardiyanto , 8111410171 (2015) KAJIAN YURIDIS SOSIOLOGIS TENTANG KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DITINJAU DARI PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 492/MENKES/PER/IV/2010 TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM (Studi terhadap depot air minum isi ulang di Wilayah Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang ). Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1407Kb)

    Abstract

    Persyaratan khusus untuk air minum isi ulang dari depot syarat yang wajib diterapkan di depot air minum isi ulang diatur dalam Persyaratan kualitas baku air minum, ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, sesuai Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum yang mencantumkan parameter sebagai standar penetapan kualitas air minum, meliputi parameter fisik, bakteriologis, kimia, dan radioaktif. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti mengambil rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana penerapan standar mutu air minum isi ulang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang terhadap depot air minum isi ulang di wilayah Kelurahan Sekaran, (2) Bagaimana Penyelesaian Hukum Terhadap Depot Air Minum yang Melanggar Persyaratan Kualitas Air Minum yang Layak. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosioligis dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan wawancara serta menggunakan validitas data triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Persyaratan mengenai standar mutu air minum isi ulang oleh pelaku usaha depot air minum isi ulang yang seharusnya wajib diterapkan pemilik depot air minum isi ulang tidak seluruhnya diterapkan oleh depot air minum isi ulang didasari dengan adanya depot yang tidak memenuhi peraturan persyaratan kualitas air minum sesuai Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum serta tidak dipunyai sertifikat yang harus ditempelkan di tempat usaha depot air minum, (2) Adanya kasus depot air minum yang tidak sesuai standart dan tidak berijin pemerintah memberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan Depot Air Minum isi ulang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736/MENKES/PER/VI/2010, Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, (1) Depot air minum sebelum memproduksi air minum harus mengetahui tentang persyaratan kualitas air minum isi ulang (2) sanksi bagi konsumen yang dirugikan karena kelalaian depot air minum isi ulang diatur Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736/MENKES/PER/VI/2010, Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Persyaratan, Kualitas Air minum Isi Ulang, Depot Air Minum Isi Ulang, Penyelesaian Hukum
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
    Depositing User: rizqi mulyantara unnes
    Date Deposited: 12 Nov 2015 13:38
    Last Modified: 12 Nov 2015 13:38

    Actions (login required)

    View Item