FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH (SMA/SMK) DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG KURUN WAKTU 2011-2014

Siti Fatimah, 3201411106 (2015) FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH (SMA/SMK) DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG KURUN WAKTU 2011-2014. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1945Kb)

    Abstract

    Anak putus sekolah merupakan hal yang cukup banyak menjadi sorotan di dunia pendidikan. Di wilayah kecamatan Mijen, anak putus sekolah ditingkat SMA dan SMK jumlahnya paling tinggi di Kota Semarang, anak tersebut mengalami putus sekolah di lembaga pendidikan formal yaitu SMA Negeri 16 dan SMK Palapa. Fenomena putus sekolah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang perlu diungkap. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua, aksesbilitas wilayah dan motivasi anak sebagai faktor penyebab anak putus sekolah pada jenjang pendidikan menengah di Kecamatan Mijen kurun waktu 2011-2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak yang mengalami putus sekolah di SMA Negeri 16 dan SMK Palapa kurun waktu 2011-2014 yang tersebar di Kecamatan Mijen, Gunungpati, Ngaliyan dan Boja (Kendal). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel minimal yaitu berjumlah 30 anggota sampel. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kondisi sosial yaitu mayoritas tingkat pendidikan ayah yaitu sebesar 67% dan ibu sebesar 70% hanya sampai tingkat sekolah dasar tidak menjadi faktor penyebab anak putus sekolah, seluruh orang tua mengerti bahwa pendidikan untuk anak itu penting. Pendapatan bersih orang tua diketahui sebagai indikator yang paling menunjang dalam pendidikan, rata-rata pendapatan bersih orang tua adah Rp.475.900/Bulan. Tidak ada alasan putus sekolah karena masalah biaya, bagi orang tua yang memiliki pendapatan bersih rendah, biaya pendidikan anak selalu diusahakan oleh orang tua. (2) aksesbilitas tidak menjadi faktor penyebab anak putus sekolah, mayoritas responden ketika dulu masih bersekolah sebesar 74% menggunakan sepeda motor, secara keseluruhan fasilitas jalan beraspal dan mayoritas jarak tempuh dari rumah ke sekolah >7km sebesar 60% hal ini menunjukkan bahwa jarak dari tempat tinggal ke sekolah tinggi aksesnya, karena terdapat alat transportasi yang menghubungkannya. (3) motivasi intrinsik dan ekstrinsik anak sebagai faktor penyebab anak putus sekolah, sebesar 77% memiliki motivasi intrinsik yang termasuk dalam kriteria rendah, sebesar 83% memiliki motivasi ekstrinsik yang termasuk dalam kriteria sedang. Saran, 1) bagi anak hendaknya selalu meningkatkan motivasi diri untuk bersekolah, harus dapat memilah-milahmana teman yang baik atau buruk supaya anak tidak terseret ke dalam hal-hal negative yang nantinya akan berdampak negatif untuk kehidupannya. 2) bagi orang tua hendaknya lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak supaya tidak masuk dalam pergaulan yang salah.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Putus sekolah jenjang pendidikan menengah
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
    Depositing User: erni setyaningsih unnes
    Date Deposited: 12 Nov 2015 12:04
    Last Modified: 12 Nov 2015 12:04

    Actions (login required)

    View Item