FANATISME KELOMPOK SUPORTER SEPAK BOLA (STUDI KASUS PANSER BIRU SEMARANG)

Bachtiar Akbar, 3401410084 (2015) FANATISME KELOMPOK SUPORTER SEPAK BOLA (STUDI KASUS PANSER BIRU SEMARANG). Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1866Kb)

    Abstract

    Penelitian ini membahas fenomena fanatisme suporter sepak bola pada kelompok suporter Panser Biru. Fanatisme yang dimaksud adalah kegemaran atau dukungan yang terlalu kuat dari kelompok suporter Panser Biru terhadap tim sepak bola PSIS Semarang. Di dalam Panser Biru terjadi bentuk-bentuk fanatisme dalam mendukung PSIS Semarang dan faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku fanatisme dalam mendukung PSIS Semarang. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui bentuk-bentuk fanatisme suporter Panser Biru (2) mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku fanatisme kelompok suporter Panser Biru dalam mendukung tim PSIS Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Semarang yang menjadi basis kelompok suporter Panser Biru. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok suporter Panser Biru periode 2012-2014. Informan dalam penelitian ini adalah ketua umum Panser Biru dan anggota Panser Biru sebagai informan utama dan masyarakat sekitar sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini akan di analisis menggunakan teori aksi dari Talcott Parsons. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) bentuk-bentuk fanatisme suporter Panser Biru yaitu dalam wujud penggunaan atribut seperti kaos, syal, topi dan pernak-pernik seputar PSIS Semarang. Dalam wujud kreasi suporter antara lain koreografi, yel atau nyanyian dan mural Panser Biru. Dalam wujud perilaku yaitu aktivitas melindungi PSIS Semarang saat terkena sanksi seperti pemasangan spanduk save PSIS, aksi 10000 tanda tangan dan menentang PSSI; pengorbanan materi; mengabaikan kepentingan pribadi seperti meninggalkan pekerjaan dan mengesampingkan sekolah; dan aksi nekat seperti mendukung PSIS ke kota yang dilarang, melanggar peraturan berkendara, memanjat lampu stadion dan bondho nekat. Dalam penelitian ditemukan dua kategori fanatisme yaitu fantisme positif seperti aksi sosial, kreasi suporter, pemakaian atribut dan aksi yang mengindahkan tujuan organisasi Panser Biru; dan fanatisme negatif seperti bentrokan, pemalakan, dan aksi yang melanggar tujuan organisasi Panser Biru. (2) Perilaku fanatisme kelompok suporter Panser Biru dalam mendukung PSIS Semarang dipengaruhi oleh adanya faktor sentimen kedaerahan, faktor situasi pertandingan dan eksistensi diri suporter. Saran yang diajukan penulis antara lain: 1) Bagi anggota suporter Panser Biru agar lebih menunjukkan fanatisme dengan tindakan yang positif seperti kreasi yel dan koreografi, aksi sosial agar rasa aman untuk diri sendiri dan orang lain tetap terjaga. 2) Bagi pihak pengurus Panser Biru sebaiknya meningkatkan pendataan setiap anggota agar lebih mudah dalam melakukan koordinasi hingga arus bawah, mengadakan diskusi publik kepada seluruh elemen suporter Panser Biru baik yang memiliki KTA dan belum memiliki KTA sebagai fungsi edukasi untuk meminimalisir terjadinya tindakan fanatisme yang merugikan, mensosialisasikan pentingnya KTA kepada para suporter. 4) Bagi pemerintah Kota Semarang agar membantu memberikan fasilitas keamanan berupa pengerahan aparat keamanan saat Panser Biru mendukung PSIS bertanding di Kota Semarang.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: fanatisme, sepak bola, suporter
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: muhammad farhan unnes
    Date Deposited: 11 Nov 2015 19:26
    Last Modified: 11 Nov 2015 19:26

    Actions (login required)

    View Item