FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERAWANAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN DI DESA WIRU KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG

Mardiana Ratna Sari , 3353404023 (2009) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERAWANAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN DI DESA WIRU KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERAWANAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN DI DESA WIRU KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG) - Published Version
Download (690Kb)

    Abstract

    Desa Wiru merupakan desa di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang yang memiliki jumlah rumah tangga miskin lebih dari 60 %. Dari 950 KK, 612 KK merupakan keluarga rawan pangan. Dengan pertimbangan tersebut maka oleh pemerintah Kabupaten Semarang desa Wiru ditetapkan sebagai desa rawan pangan dengan keputusan Bupati Semarang nomor: 520 / 0187 /2007 Masalah dalam penelitian ini adalah apakah faktor- faktor tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan kepemilikan asset produktif mempengaruhi kerawanan pangan rumah tangga miskin di Desa Wiru dan strategi yang tepat untuk mengatasi kerawanan pangan yang terjadi di Desa Wiru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh masing – masing variabel dan mengetahui strategi yang tepat untuk mengatasi kerawanan pangan. Populasi penelitian ini berjumlah 612 rumah tangga rawan pangan, sampel sebanyak 86 rumah tangga rawan pangan yang diambil dengan teknik Cluster Proporsional Random Sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, kepemilikan asset produktif dan kerawanan pangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dokumentasi, dan kuesioner (angket). Metode analisis data yang digunakan Model Regresi Linier Berganda dan analisis SWOT Secara bersama-sama pendapatan, pendidikan dan kepemilikan aset produktif berpengaruh terhadap kerawanan pangan rumah tangga miskin di Desa Wiru Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang ditunjukkan dari hasil uji F sebesar 31, 695 dengan signifikansi 0,00. Sedangkan koefisien regresi parsial antara tingkat pendapatan dengan kerawanan pangan di Desa Wiru sebesar -0253, Tigkat pendidikan sebesar -0531, Kepemilikan aset produktif dengan sebesar -0,398. dengan nilai koefisien determinasi sebesar 52%. Sedangkan strategi untuk mengatasi kerawanan pangan adalah strategi integrasi horisontal dan stabilitas yaitu berkonsentrasi pada program yang ingin dicapai dengan dasar kekuatan atau pertumbuhan dari rumah tangga itu sendiri Kesimpulan dari penelitian adalah ada pengaruh negatif antara variabel X dengan variabel Y, yaitu semakin tinggi tingkat pendapatan, pendidikan dan kepemilikan aset produktif maka angka kerawanan pangan semakin kecil. Strategi yang digunakan integrasi horisontal. Saran yang dapat diberikan bagi pemerintah lebih memberikan perhatian pada daerah rawan pangan dengan membuat kebijakan pemberdayaan rumah tangga rawan pangan, bagi rumah tangga rawan pangan perlu mengupayakan tersedianya pangan rumah tangga dengan menanam tanaman pangan di pekarangannya, dan mencari peluang usaha di luar sektor pertanian.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kerawanan Pangan, Rumah Tangga Rawan Pangan , Pendapatan, pendidikan, Kepemilikan Aset Produktif, Strategi Penanggulangan Kerawanan Pangan
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Pendidikan Ekonomi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 04 May 2011 02:09
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:41

    Actions (login required)

    View Item