Pelatihan dan Pengembangan Profesionalitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Pengadilan Agama Purwodadi

Fitroh Rohayati, 7351306033 (2009) Pelatihan dan Pengembangan Profesionalitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Pengadilan Agama Purwodadi. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Pelatihan dan Pengembangan profesionalitas Sumber Daya Manusia menjadi salah satu upaya yang tepat untuk mewujudkan tuntutan profesionalitas Pegawai Negeri Sipil. Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 telah menetapkan beberapa perubahan dalam manajemen Pegawai Negeri Sipil bahwa setiap organisasi pemerintah baik pusat maupun daerah harus memiliki Sumber Daya Manusia Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Pelatihan dan Pengembangan Profesionalitas Sumber Daya Manusia pada Pengadilan Agama Purwodadi? (2) Kendala-kendala apa yang dihadapi Pengadilan Agama Purwodadi dalam Pelatihan dan Pengembangan Profesionalitas Sumber Daya Manusia?. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui Pelatihan dan Pengembangan Profesionalitas Sumber Daya Manusia pada Pengadilan Agama Purwodadi. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi Pengadilan Agama Purwodadi dalam Pelatihan dan Pengembangan Profesionalitas Sumber Daya Manusia. Data penelitian ini diambil menggunakan beberapa metode diantaranya: Metode wawancara, Metode dokumentasi ,Metode observasi dan Metode Studi Pustaka. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan, Pengadilan Agama Purwodadi dalam rangka usaha untuk meningkatkan mutu, ketrampilan, kinerja dan profesionalisme tenaga teknis peradilan dibutuhkan sumber daya yang berkualitas melalui Pelatihan dan Pengembangan pegawai. Pelatihan dan Pengembangan tersebut melalui Usulan pelatihan melalui DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), Pelatihan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Tinggi Agama atau Mahkamah Agung RI ,DDTK (Diklat Di Tempat Kerja) dan Pendidikan Formal. Metode yang digunakan metode On the job training : DDTK, Rotasi Jabatan dan Coaching, metode Off the Job training: Kuliah, Studi kasus, Simulasi. Penyelenggaraan pelatihan telah berjalan baik walau masih terdapat kendala dalam hal dana Pengembangan, peserta dan tidak adanya evaluasi langsung setelah pelatihan. Melalui program Pelatihan, kinerja pegawai menjadi lebih baik dilihat dari evaluasi MPS (menilai pekerjaan sendiri) pegawai. Saran yang diberikan yaitu Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ditempat kerja (DDTK) lebih ditingkatkan lagi dalam hal efektifitasnya dari segi pembiayaan, Diharapkan diadakannya pelatihan atau kursus computer kepada para peserta untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program pelatihan yang telah ada serta untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pegawai. Lebih ditingkatkan evaluasi tidak hanya melalui MPS akan tetapi hendaknya evaluasi juga diadakan setelah pelatihan tersebut dilaksanakan melalui pengawasan oleh atasan langsung atau trainer.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pelatihan, Pengembangan, Profesionalitas, Sumber Daya Manusia
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen Perkantoran, D3
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 03 May 2011 08:06
Last Modified: 25 Apr 2015 00:39

Actions (login required)

View Item