PEMBINAAN NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB BLORA

Lucky Resta Aditama, 3301411062 (2015) PEMBINAAN NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB BLORA. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1185Kb)

    Abstract

    Rumah Tahanan Negara Klas IIB Blora adalah salah satu unit pelaksana sistem hukuman penjara yang bertugas membina para narapidana. Di dalam Rumah Tahanan, narapidana diberikan pembinaan yang bertujuan untuk memberi bekal kepada mereka supaya bisa berubah menjadi orang yang lebih baik apabila telah keluar dari rumah tahanan. Permaslahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Baagaimanakah pola pembinaan narapidana yang diterapkan di Rumah Tahanan Klas IIB Blora. (2) Bagaimakah sistem evaluasi yang digunakan untuk menilai hasil pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Klas IIB Blora. sedangkan penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendapatkan gambaran pola pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Blora (2) Mengetahui sistem evaluasi yag digunakan untuk menilai hasil pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Blora. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil lokasi di Rumah Tahanan Klas IIB Blora. Sumber data primer yang dipakai adalah narapidana sebagai responden dan petugas pembinaan sebagai informan. Sedangkan sumber data sekunder adalah dokumentasi mengenai halhal yang berhubungan dengan pembinaan narapidana. Metode dan alat pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara terbuka, observasi langsung dan dokumentasi. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Blora menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan dari atas (top down approach) dan pendekatan dari bawah (bottom up approach). Pendekatan dari atas (top down approach) digunakan untuk memberikan pembinaan kesadaran beragama, kesadaran berbangsa dan bernegara, pembinaan kemampuan intelektual, dan pembinaan kesadaran hukum. Sedangkan pendekatan dari bawah (bottom up approach) digunakan untuk memberikan pembinaan kemandirian yang diwujudkan dengan pembinaan keterampilan. Faktor yang menghambat proses pembinaan diantaranya latar belakang narapidana yang berbeda-beda, hubungan personal sesama narapidana maupun dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan, kuantitas dan kualitas petugas pembinaan serta anggaran dana yang kurang memadai. Efektifitas pembinaan akan dikembalikan lagi kepada pribadi narapiana yang bersangkutan. Dari hasil penelitian ini saran-saran yang diberikan adalah bagi narapidana itu sendiri diharapkan berusaha mengikuti pembinaan dengan sebaik-baiknya, bagi pihak Lapas diharapkan lebih meningkatkan mutu pembinaan terhadap narapidana.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pola Pembinaan Narapidana
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: suprianto mahasiswa unnes
    Date Deposited: 09 Nov 2015 20:21
    Last Modified: 09 Nov 2015 20:21

    Actions (login required)

    View Item