RITUAL ZIARAH MAKAM PANGERAN SAMUDRO DI GUNUNG KEMUKUS DESA PENDEM KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN

Rika Dewi Novitasari, 3301411060 (2015) RITUAL ZIARAH MAKAM PANGERAN SAMUDRO DI GUNUNG KEMUKUS DESA PENDEM KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1206Kb)

    Abstract

    Tempat wisata ziarah Makam Pangeran Samudro tampak menarik karena adanya ritual pesugihan yang disertai dengan hubungan seks. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mengetahui proses ritual ngalap berkah di makam Pangeran Samudro, 2)Mengetahui keterkaitan ritual ngalap berkah Pangeran Samudro di Gunung Kemukus dengan hubungan seksual, 3)Mengetahui peran kelembagaan social dalam mengeliminasi ritual ngalap berkah di Gunung Kemukus, (4) Mengetahui peran Pemerintah Daerah dalam menanggapi ritual ziarah di Makam Pangeran Samudro Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian makam Pangeran Samudro di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen. Subyek Penelitian adalah Peziarah, Juru kunci, Pengelola makam, pedagang di wilayah Gunung Kemukus. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa(1) Proses ritual ziarah dimulai dari niat, mensucikan diri dengan cara cuci muka, cuci tangan, cuci kaki, atau mandi dan mengambil air dalam botol di sendang Ontrowulan, berdoa di makam Ontrowulan yang disampaikan oleh juru kunci makam dengan membawa bunga, kemenyan, air sendang yang sudah dimasukkan di dalam botol serta mahar yang akan di berikan kepada juru kunci, berdoa di makam Pangeran Samudro, setelah dari makam Pangeran Samudro ritual terakhir yang dilakukan adalah melakukan hubungan seks dengan orang lain yang bukanpasangansah. (2) Keterkaitan ritual ngalap berkah dengan hubungan seksual adalah hubungan seksual dalam ritual ngalap berkah merupakan syarat dari puncak ritual supaya segala permohonannya dikabulkan oleh Pangeran Samudro. (3) Belum ada peran dari kelembagaan social daerah setempat yang mengeliminasi ritual ngalap berkah di Gunung Kemukus. Justru ada dua organisasi yang disediakan Kepolisian untuk membantu peziarah untuk melakukan ritual ngalap berkah di Gunung Kemukus yaitu Paguyuban Ojek dan PamSwakarsa atau Gertak. (4) Gunung Kemukus memang secara professional dikelola oleh Pemda melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Adapun upaya untuk tetap menjaga eksistensi Gunung Kemukus sebagai tempat wisata religi Pemda lebih mengedepankan unsure mistisnya sebagai produk yang dijual kepada masyarakat. Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti sebagaiberikut: (1) Kepada peziarah tujuan utama ziarah adalah mendoakan orang yang sudah meninggal, bukan untuk meminta kekayaan, mempertahankan jabatan, dan mendapatkan jodoh. (2) Kepada pengelola tempat wisata religi makam Pangeran Samudro harus mempunyai aturan-aturan tegas kepada warga yang menyedikan jasa seksual supaya tempat wisata religi Gunung Kemukus digunakan sebagaimana mestinya (3) Kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus lebih ketat dalam memberikan Perijinan. Apabila ada tempat wisata yang menjalankan tidak sesuai dengan ijin operasi dengan lebih baik dicabut perijinannya atau ditutup tempat wisatanya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Makam Pangeran Samudro, Ritual, Ziarah.
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: suprianto mahasiswa unnes
    Date Deposited: 09 Nov 2015 19:24
    Last Modified: 09 Nov 2015 19:24

    Actions (login required)

    View Item