HUMOR DALAM WACANA STAND-UP COMEDY INDONESIA SEASON 4 DI KOMPAS TV

Emy Rizka Fadilah, 2111411046 (2015) HUMOR DALAM WACANA STAND-UP COMEDY INDONESIA SEASON 4 DI KOMPAS TV. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (843Kb)

    Abstract

    Stand-up Comedy Indonesia Season 4 (SUCI 4) merupakan ajang pencarian bakat yang diselenggarakan Kompas TV. Melalui ajang ini ditemukan orang- orang yang berbakat dalam humor, khususnya humor stand-up comedy. Humor jenis ini merupakan perpaduan antara humor verbal dan nonverbal. Walaupun demikian, humor verbal lebih mendominasinya. Penggunaan bahasa dalam suatu humor berbeda bentuknya dengan penggunaan bahasa dalam komunikasi serius. Penciptaan humor stand-up comedy membutuhkan teknik tertentu agar dapat mencapai fungsinya sebagai tuturan humor. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) teknik penciptaan humor dalam wacana Stand-up Comedy Indonesia Season 4 di Kompas TV, dan (2) fungsi humor dalam wacana Stand-up Comedy Indonesia Season 4 di Kompas TV. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan teknik penciptaan humor dan fungsi humor. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatis, artinya data dianalisis dengan menguraikan makna pragmatis dalam satuan kebahasaan. Pendekatan ini mengacu kepada teori humor yang dikemukakan oleh Victor Raskin (1985) dalam bukunya yang berjudul Semantic Mechanism of Humor. Data dalam penelitian ini adalah penggalan wacana humor, sedangkan sumber data adalah wacana humor Stand-up Comedy Indonesia Season 4 preshow 1 dan 2, show 1, show 9, dan final. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan subjenis referensial. Hasil analisis data disajikan secara informal. Hasil penelitian ini adalah (1) penciptaan humor Stand-up Comedy Indonesia Season 4 menggunakan teknik praanggapan, teknik implikatur, dan teknik dunia kemungkinan. Teknik yang paling sering digunakan adalah teknik praanggapan dan yang paling jarang digunakan adalah teknik dunia kemungkinan, dan (2) tuturan humor SUCI 4 berfungsi sebagai penyalur keinginan dan gagasan, pemahaman diri untuk menghargai orang lain, pemahaman untuk kritis terhadap masalah yang ada, penghibur, penyegaran pikiran, dan peningkatan rasa sosial. Fungsi penghibur menjadi yang paling banyak terdapat dalam humor SUCI 4. Peningkatan rasa sosial masyarakat menjadi fungsi yang paling sedikit dimiliki tuturan humor SUCI 4. Dari hasil penelitian, saran yang ingin peneliti sampaikan adalah (1) dalam penciptaan humor disarankan untuk menggunakan teknik praanggapan. Dengan menyimpangkan praanggapan sebagai penunjang humor akan dapat mengundang respons tertawa penonton. Terlebih lagi jika ungkapan yang digunakan komika merupakan ungkapan yang sifatnya umum dan mudah dimengerti banyak orang, (2) penyampaian materi humor sebaiknya berisi sesuatu yang ringan dan dapat menghibur penikmat humornya, dan (3) penelitian ini belum dapat menjawab secara tuntas penciptaan humor yang dilihat dari segi kebahasaan. Masih banyak permasalahan yang belum terpecahkan. Oleh karena itu, peneliti menyarankan adanya penelitian lanjutan untuk melengkapi penelitian ini.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: teknik humor, stand-up comedy, wacana
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Sastra
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia (S1)
    Depositing User: sumarsono mahasiswa unnes
    Date Deposited: 09 Nov 2015 18:12
    Last Modified: 09 Nov 2015 18:12

    Actions (login required)

    View Item