ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA DENGAN METODE ALTMAN PADA KOPERASI UNIT DESA(KUD) Se-KABUPATEN KENDAL

Arif Wibowo , 3352405579 (2012) ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA DENGAN METODE ALTMAN PADA KOPERASI UNIT DESA(KUD) Se-KABUPATEN KENDAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA DENGAN METODE ALTMAN PADA KOPERASI UNIT DESA(KUD) Se-KABUPATEN KENDAL) - Published Version
Download (671Kb)

    Abstract

    Koperasi merupakan badan usaha yang bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya dan juga menjaga keberlangsungan usaha dalam persaingan. Sejak dicabutnya inpres 4/1984 tentang KUD pada tahun 1998, membuat sebagian besar KUD di Kabupaten Kendal mengalami kesulitan dalam permodalan sehingga berdampak pada kinerja keuangan yang cenderung mengalami penurunan. Hal tersebut mempengaruhi keberlanjutan usaha pada sebagian besar KUD di Kabupaten Kendal. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Apakah WCTA, (2)RETA,(3)EBITTA,(4)MVEBVTD dan(5)SATA dapat menentukan tingkat keberlanjutan usaha Koperasi Unit Desa di Kabupaten Kendal? (6) Apakah WCTA, RETA, EBITTA,MVEBVTD, dan SATA secara simultan dapat menentukan tingkat keberlanjutan usaha Koperasi Unit Desa di Kabupaten Kendal? Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Koperasi Unit Desa di Kabupaten Kendal tahun 2010 yaitu sebanyak 19 koperasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan data dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik dan analisis diskriminan. Hasil penelitian ini menunjukan model fungsi diskriminan fungsi diskriminan yang baku (standardized) dapat disusun berdasarkan hasil analisis diskriminan adalah sebagai berikut : Z = 0,388X1 - 0,505X2 + 0,077X3 + 0,179X4 + 0,169X5. Lebih kecil dari koefisien Z = 0,717X1 + 0,847X2 + 3,107X3 + 0,420X4 + 0,998X5 dalam teori Altman. Koefisien X2 fungsi diskriminan yang baku (standar) bertanda negatif, ini artinya setiap variabel RETA mengalami kenaikan maka akan menurunkan disminating power sedangkan koefisien X1,X3,X4 dan X5 fungsi diskriminan yang baku (standar) bertanda positif, ini artinya setiap variabel WCTA, EBITTA, MVEBVTD dan SATA mengalami kenaikan maka akan menaikkan discriminating power. Simpulan dari penelitian ini yaitu variabel X1 dan X4 dalam model Altman Z-Score dapat digunakan untuk memprediksi keberlanjutan usaha Koperasi Unit Desa di Kabupaten Kendal. Dan X2, X3, X5 dalam model Altman Z-Score tidak dapat digunakan untuk memprediksi keberlanjutan usaha Koperasi Unit Desa di Kabupaten Kendal. Saran yang dapat diberikan bagi peneliti yang akan datang, jika hendak menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberlanjutan usaha pada koperasi maka dapat menggunakan model kebangkrutan yang lain atau dapat menemukan model baru yang lebih tepat diterapkan pada koperasi.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Keberlanjutan Usaha, Altman Z-Score, KUD Kabupaten Kendal
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 29 Apr 2014 10:40
    Last Modified: 29 Apr 2014 10:40

    Actions (login required)

    View Item