PENGEMIS DI KAWASAN ZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG JATI CIREBON

Ninik Prihatini , 3301409018 (2013) PENGEMIS DI KAWASAN ZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG JATI CIREBON. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENGEMIS DI KAWASAN ZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG JATI CIREBON) - Published Version
Download (2730Kb)

    Abstract

    Masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirasakan banyak orang tidak menyenangkan serta menuntut pemecahan melalui aksi sosial secara kolektif. Masalah sosial contohnya kemiskinan. Masalah kemiskinan dapat terlihat dengan keberadaan pengemis di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Pada hari-hari tertentu kawasan ini dipenuhi oleh pengemis, pengemis di kawasan ini sudah ada sejak dahulu, bahkan terkadang mengganggu para peziarah. Berangkat latar belakang tersebut, penulis menyoroti permasalahan pada (1).Faktor-faktor apa yang mendorong munculnya pengemis di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon?, (2).Bagaimana persepsi masyarakat sekitar tentang perilaku pengemis di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon?, (3).Bagaimana peran Dinas Sosial Kabupaten Cirebon dalam mengubah perilaku mengemis di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek dalam penelitian adalah pengemis di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, informan dalam penelitian adalah masyarakat sekitar Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong munculnya pengemis di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon adalah: Pertama, faktor individual. Seseorang memilih menjadi pengemis atas pilihannya sendiri. Kedua, faktor sosial. Budaya kemiskinan sudah tertanam dalam diri pengemis, pengemis jika dikatakan orang miskin mereka menerima karena keadaannya memang kekurangan dalam memenuhi kebutuhannya. Ketiga, faktor kultural. Pengemis di kawasan ziarah sudah ada sejak dahulu, sudah menjadi tradisi pengemis untuk mencari rezeki. Keempat, faktor struktural. Pengemis bukan disebabkan oleh karena struktur yang tidak adil, baik struktur politik, sosial maupun ekonomi yang tidak memungkinkan seseorang atau sekelompok orang menjangkau sumber-sumber penghidupan yang sebenarnya tersedia untuk mereka. Persepsi masyarakat terkait dengan keberadaan pengemis jumlahnya bertambah pada hari malam jum‟at kliwon dan Maulud Nabi. Pengemis anak-anak sering mengganggu peziarah karena mereka menarik baju peziarah apabila belum memberi uang. Upaya untuk menyadarkan pengemis, Dinas Sosial Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Rehabilitasi Sosial Bina Karya (BRSBK). Sasarannya adalah para gelandangan,pengemis,dan anak terlantar. Selain itu juga Dinas Sosial menyelenggarakan pembinaan. Pembinaan tersebut berupa kegiatan keterampilan untuk keluarga miskin seperti bimbingan sosial, mental fisik, dan keterampilan olahan pangan, pertanian, pertukangan, handycraff. Saran yang diberikan pada penelitian ini sebagai berikut: 1).Kepada pengemis yang masih mampu bekerja dan menghasilkan sesuatu yaitu mereka yang berusia 15 tahun sampai dengan 64 tahun, hendaknya bisa memilih pekerjaan yang lain dan lebih baik daripada menjadi pengemis. 2).Kepada pengurus kawasan ziarah hendaknya menambah jumlah anggota Hansip (Ketahanan Sipil) untuk menertibkan pengemis agar para peziarah merasa nyaman di kawasan ziarah. 3).Kepada Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, hendaknya menyelenggarakan pembinaan atau pelatihan keterampilan untuk pengemis di Kabupaten Cirebon pada umumnya, khususnya di Kawasan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon secara berkelanjutan dalam rangka pengubah perilaku pengemis selain bekerjasama dengan pemerintah provinsi.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pengemis
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 17 Apr 2014 10:31
    Last Modified: 17 Apr 2014 10:31

    Actions (login required)

    View Item