APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK EVALUASI SEBARAN LOKASI STASIUN PELAYANAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DI KABUPATEN KUDUS

Siti Nur Fahadhilah , 3250408030 (2013) APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK EVALUASI SEBARAN LOKASI STASIUN PELAYANAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DI KABUPATEN KUDUS. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK EVALUASI SEBARAN LOKASI STASIUN PELAYANAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DI KABUPATEN KUDUS) - Published Version
Download (2796Kb)

    Abstract

    Perkembangan bisnis Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) meningkat secara tajam. Jumlah SPBU telah tumbuh dan berkembang demikian pesat dan tersebar di berbagai lokasi yang kurang mempertimbangkan aspek lingkungan dan aspek etika bisnis. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pola sebaran spasial lokasi SPBU di wilayah Kabupaten Kudus (2) Sejauh mana pengaruh tingkat pelayanan (Level Of Service) ruas jalan terhadap kesesuaian kondisi eksisting SPBU. Tujuan penelitian ini adalah (1) melakukan pemetaan sebaran spasial lokasi SPBU di Wilayah Kabupaten Kudus, (2) melakukan evaluasi kelas kesesuaian lokasi SPBU di Kabupaten Kudus. Populasi dalam penelitian ini adalah SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Kudus, sebanyak 15 SPBU, kesemua SPBU tersebut dijadikan sampel atau dengan menggunakan teknik total sampling. Setiap SPBU dilakukan pengamatan dan pengukuran lokasi dengan GPS (Global Positioning System) untuk mengetahui posisi absolut lokasi SPBU. Sampel untuk tingkat pelayanan (Level Of Service) diambil sebanyak lima titik dari tempat yang mewakili jalan arteri primer yaitu ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang satu dengan kota jenjang lainnya (arterial road) dan jalan sekunder/kolektor primerya itu ruas jalan yang biasanya menyalurkan lalu lintas dari (major road). Sampel yang diambil menitik beratkan pada lokasi dari jalan yang diambil sampelnya, di Kabupaten Kudus yang dilaksanakan 10 hari di setiap lokasi dengan waktu pengukuran pagi hari jam 06.30 – 08.00 WIB, siang hari jam 13.00-14.30, sore hari jam 16-17.30 dengan pertimbangan bahwa pada jam tersebut dianggap mewakili kondisi arus lalu lintas yang padat dengan aktifitas kegiatan / hari kerja. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah ; Jumlah SPBU, Jarak terdekat antar SPBU, Lokasi Absolute (Koordinat X &Y) SPBU, Lokasi relatif SPBU (berdasarkan administrasi), Tingkat Kepadatan lalu-lintas, Tingkat kepadatan penduduk per kecamatan, Jumlah dan jenis kendaraan bermotor per kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran secara spasial SPBU di wilayah Kabupaten Kudus memiliki pola menyebar (Dispersed) di setiap Kecamatan Kabupaten Kudus, yaitu setiap SPBU satu dengan yang lainnya sangat berjauhan, pola memanjang di koridor jalan potensial jalur Semarang – Surabaya (Jalur Pantura) karena lokasi ini mudah dijangkau dan menjadi pusat lalu lintas antar Kabupaten atau Propinsi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara populasi jumlah SPBU dengan populasi jumlah kendaraan bermotor yang ada di setiap wilayah Kecamatan. Termasuk juga tidak terkait dengan dengan tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah. Sementara itu, Tingkat pelayanan (Level Of Sevice) ruas jalan dari lokasi sampel penelitian di Kabupaten Kudus dapat diketahui bahwa rendahnya nilai LOS maka tingkat pelayanan jalan semakin tinggi, yang artinya tidak ada pengaruh tingkat pelayanan (level of service) terhadap kesesuaian kondisi lokasi SPBU, seperti terlihat pada daerah lokasi penelitian yang memiliki rata-rata terbesar dengan nilai LOS 0,46 yang tergolong karakteristik tingkat pelayanan C menunjukkan tingkat pelayanan atau kepadatannya masih tergolong sedang. Untuk kelas kesesuaian dari 15 lokasi SPBU di wilayah Kabupaten Kudus secara umum dalam kriteria Sangat Sesuai (S1) yaitu sebesar 73,33 % yang sangat menguntungkan baik secara ekonomi maupun kenyamanan konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) pola sebaran spasial SPBU di Kabupaten Kudus menyebar pada setiap Kecamatan, dan sebagian pola memanjang pada koridor jalur Pantura; (2) Secara umum lokasi SPBU dalam tingkat Sangat Sesuai (S1), adapun saran dalam penelitian ini ; (1) pihak pemerintah dan PT. Pertamina hendaknya lebih ketat dalam memberikan persyaratan ijin lokasi, terutama memasukkan unsur keberlanjutan baik sisi ekonomi, sosial, dan ekologis pada persyaratan perijinan; (2) perlu dilakukan kajian yang mendalam tentang aspek parameter persyaratan lokasi SPBU secara akademis agar lingkungan tetap terjaga. Kata Kunci; Pemetaan, Lokasi SPBU, SIG

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pemetaan, Lokasi SPBU, SIG (Sistem Informasi Geografis)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 17 Apr 2014 10:06
    Last Modified: 17 Apr 2014 10:06

    Actions (login required)

    View Item