IDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN PETANI DI KAWASAN RAWAN GENANGAN BANJIR MELALUI PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOODS (Studi Kasus: Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus)

Tito Indra Sulistiyanto, 3250408008 (2013) IDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN PETANI DI KAWASAN RAWAN GENANGAN BANJIR MELALUI PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOODS (Studi Kasus: Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (IDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN PETANI DI KAWASAN RAWAN GENANGAN BANJIR MELALUI PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOODS (Studi Kasus: Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus)) - Published Version
Download (2040Kb)

    Abstract

    Banjir membuat petani di Desa Bulung Cangkring mengalami kondisi krisis, dimana mereka tidak dapat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keadaan tersebut membuat petani tidak memiliki penghasilan yang pasti, sehingga dapat menimbulkan kerentanan pada mereka. Permasalahan yang muncul sebagai ide penelitian adalah sejauhmana tingkat kerentanan petani di kawasan rawan genangan banjir dan upaya apa yang ditempuh petani untuk memenuhi kebutuhan hidup pada saat lahan pertanian tergenang oleh banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab masalah yang muncul berupa tingkat kerentanan petani dan upaya pemenuhan kebutuhan oleh petani. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah semua komponen yang berada di Desa Bulung Cangkring Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, sedangkan fokus dalam penelitian ini adalah sumber daya yang dimiliki petani. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada sumber daya alam terdapat kerentanan yang disebabkan oleh banjir yang menggenangi lahan pertanian. Pada sumber daya manusia, tingkat pendidikan petani masih rendah antara SD-SMA, yang cenderung sulit diarahkan dan “ngeyel”. Kerentanan sumber daya keuangan berupa kurangnya modal yang dimiliki petani untuk menggarap lahan pertanian. Sumber daya fisik tidak memberikan kerentanan kepada petani karena aset pribadi maupun umum dinilai baik. Sumber daya sosial petani yang menimbulkan kerentanan adalah keikutsertaan petani dalam penyuluhan masih kurang yang berdampak pada kurangnya wawasan petani tentang pertanian. Upaya petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama banjir adalah 1) beralih mata pencaharian sebagai pencari ikan dan buruh bangunan; 2) mengatur pola makan dan belanja; 3) mencari pekerjaan di tempat lain sebagai buruh tani. Simpulan dari penelitian ini adalah 1) tingkat kerentanan petani yang paling menonjol berada pada sumber daya alam dan sumber daya keuangan; 2) upaya yang dilakukan petani yakni beralih mata pencaharian, mengatur pola makan, dan migrasi mata pencaharian. Saran yang muncul adalah 1) merubah pola pikir petani hendaknya diberikan contoh dari pihak terkait seperti Dinas Pertanian, apabila berhasil maka petani akan percaya dan mudah untuk diarahkan; 2) perlu disediakan organisasi keuangan yang memiliki bunga ringan untuk membantu petani dalam memperoleh modal; 3) Menilai kondisi lingkungan yang rawan banjir dan lamanya genangan, perlu dicoba untuk diadakan percontohan alih fungsi lahan dari pertanian ke bentuk tambak.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kerentanan Petani, Rawan Genangan Banjir, Penghidupan Berkelanjutan.
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 16 Apr 2014 14:03
    Last Modified: 16 Apr 2014 14:03

    Actions (login required)

    View Item