Perkawinan Usia Muda Di Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak : Latar Belakang, Karakteristik Dan Kualitas Hidupnya

Juwita Amalia Mintono, 3401404502 (2009) Perkawinan Usia Muda Di Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak : Latar Belakang, Karakteristik Dan Kualitas Hidupnya. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Upaya menyadarkan masyarakat terhadap terjadinya perkawinan usia muda tidak pernah berhenti, sejak dulu hingga lahirnya Undang-Undang Perkawinan N0.1 Tahun 1974. Namun demikian kehidupan di desa dengan taraf ekonomi yang rendah masih sering orang tua mengawinkan anaknya demi meringankan beban orang tua. Begitu pula pendidikan yang rendah, adat istiadat, perkembangan teknologi dan ketidaktahuan akan isi UU N0.1 tahun 1974. Hal inilah yang menjadi latar belakang terjadinya perkawinan usia muda. Untuk itu penulis mengangkat permasalahan : latar belakang terjadinya perkawinan usia muda, ingin mengetahui karakteristik pasangan perkawinan usia muda, serta bagaimana dampak perkawinan usia muda terhadap kualitas hidupnya ?. Dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang terjadinya perkawinan usia muda, untuk mengetahui karakteristik pasangan perkawinan usia muda, serta untuk mengetahui sejauh manakah pengaruh kualitas hidup yang dibentuk dari perkawinan usia muda. Metode ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus penelitian keluarga yang melakukan perkawinan usia muda, karakteristik pasangan perkawinan usia muda, dan kualitas hidup para pasangan perkawinan usia muda di Desa Karangrejo. Dengan teknik pengumpulan data : wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa datanya dengan reduksi data, penyajian data naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak adalah sebagai berikut : Usia menikah wanita yang menjadi responden bervariasi dari umur 15 tahun hingga 17 tahun. Mereka menikah di usia muda dengan alasan utama ingin berbakti kepada orang tua, menyenangkan orang tua, meringankan beban orang tua, dan agar adiknya dapat bersekolah. Hal ini berarti faktor ekonomi orang tua yang kurang mampu merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap perkawinan usia muda. Kebiasaan menikah pada usia muda di Desa Karangrejo turut berpengaruh secara tidak langsung terhadap terjadinya perkawinan usia muda. Oleh karena itu perlu adanya penyuluhan-penyuluhan pada masyarakat desa, baik tentang keluarga bahagia, UU No.1 tahun 1974, pendewasaan usia perkawinan ataupun upaya untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga yang dibentuknya. Serta peran orang tua sangat diharapkan dalam mempersiapkan masa depan putra-putrinya dengan mengusahakan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi kebahagiaan mereka di masa mendatang.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: K Law > K Law (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 27 Apr 2011 09:01
Last Modified: 25 Apr 2015 00:36

Actions (login required)

View Item