KAWIN CAMPUR DI KALANGAN PEREMPUAN TELUK AWUR (Studi Tentang Fenomena Pernikahan Campuran Perempuan Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dengan Warga Negara Asing)

Yasinta Kurnia Ningtyas, 3401409076 (2013) KAWIN CAMPUR DI KALANGAN PEREMPUAN TELUK AWUR (Studi Tentang Fenomena Pernikahan Campuran Perempuan Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dengan Warga Negara Asing). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KAWIN CAMPUR DI KALANGAN PEREMPUAN TELUK AWUR (Studi Tentang Fenomena Pernikahan Campuran Perempuan Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dengan Warga Negara Asing))
Download (881Kb)

    Abstract

    Industri meubel yang berkembang pesat di Jepara mengundang minat Warga Negara Asing untuk mendirikan perusahaan di Jepara. Warga Negara Asing yang mendirikan perusahaan meubel di Jepara ini, harus menetap sementara waktu demi urusan bisnisnya. Kondisi inilah yang memicu terjadinya pernikahan campuran antara perempuan Jepara dengan Warga Negara Asing. Desa Teluk Awur adalah salah satu desa yang banyak dipilih Warga Negara Asing untuk menetap. Lokasi ini banyak dipilih karena nyaman dan jauh dari kebisingan kota, sehingga di lokasi ini banyak dijumpai perempuan desa Teluk Awur yang dinikahi Warga Negara Asing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui alasan perempuan Teluk Awur memilih menikah dengan Warga Negara Asing, (2) mengetahui bentuk dan proses perkawinan campuran yang ada di desa Teluk Awur, dan (3) mengetahui implikasi yang muncul akibat terjadinya perkawinan campuran di masyarakat desa Teluk Awur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori pertukaran dan konsep gender. Lokasi penelitian berada di desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Sumber data penelitian adalah perempuan pelaku pernikahan campuran, masyarakat setempat, orang tua perempuan pelaku pernikahan campuran, kepala desa Teluk Awur, serta pemuka agama. Pengumpulan data memakai teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) alasan perempuan Desa Teluk Awur menikah dengan Warga Negara Asing diantaranya karena alasan kemiskinan, adanya prestise yang dimiliki oleh Warga Negara Asing, trauma karena kegagalan menikah dengan laki-laki Indonesia, hamil di luar nikah, dan tidak laku menikah dengan laki-laki Indonesia. Dari beberapa alasan tersebut, faktor ekonomi merupakan faktor yang paling menonjol dalam mendorong perempuan Desa Teluk Awur menikah dengan Warga Negara Asing. Menikah dengan Warga Negara Asing dianggap sebagai jalan yang paling mudah dilakukan oleh perempuan Desa Teluk Awur untuk mencapai tujuan ekonomi tersebut. (2) Terdapat empat bentuk pernikahan campur di desa Teluk Awur menurut status pernikahan, diantaranya pernikahan resmi, siri, kontrak, dan kumpul kebo. Proses pengenalan perempuan desa Teluk Awur dengan Warga Negara Asing bisa melalui orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman, mengenalkan diri melalui sebuah perkumpulan yang diadakan oleh istri-istri Warga Negara Asing, melalui pekerjaan, atau dengan cara menggoda Warga Negara Asing. Pola hubungan antara suami dan istri di dalam pernikahan campur dapat dibedakan dari pemegang kekuasaan di dalam rumah tangga, yaitu antara suami atau istri yang mengatur kehidupan rumah tangga. Hubungan antara keluarga besar di Jepara dan di luar negeri dengan pelaku pernikahan campur juga terjalin dengan baik. Bentuk pernikahan campur yang paling banyak dilakukan oleh perempuan Desa Teluk Awur dengan Warga Negara Asing adalah pernikahan secara siri, yang mengakibatkan posisi perempuan Desa Teluk Awur di dalam pernikahan menjadi lemah, baik dalam aspek hukum maupun dalam aspek politik seperti kekuasaan dalam rumah tangga. (3) Implikasi pernikahan campuran dapat terlihat dalam aspek ekonomi, aspek sosial dan budaya, serta aspek hukum, yang dapat disikapi secara positif maupun secara negatif oleh perempuan Desa Teluk Awur. Pernikahan campur telah membawa dampak pada mobilitas sosial vertikal yang signifikan, terutama dalam aspek ekonomi dan sosial budaya. Saran bagi pemerintah daerah setempat, (1) penulis menyampaikan dengan membuat suatu wadah yang sah untuk menampung aspirasi perempuan Jepara yang menikah dengan Warga Negara Asing mengenai permasalahan pernikahan campuran, akan membantu perempuan Jepara yang menikah dengan Warga Negara Asing, mengingat banyak perempuan Jepara yang dinikahi oleh Warga Negara Asing. (2) Bagi perempuan desa Teluk Awur, bahwa jarak yang terjadi antara perempuan desa Teluk awur dengan masyarakat bisa dantisipasi salah satunya dengan cara tidak terlalu memperlihatkan kemewahan yang dimiliki kepada masyarakat.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kawin Campur, Perempuan Desa Teluk Awur, Warga Negara Asing.
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 04 Nov 2013 04:26
    Last Modified: 04 Nov 2013 04:26

    Actions (login required)

    View Item