PENANGANAN ANAK JALANAN DI RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK PELANGI OLEH DINAS SOSIAL, PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA SEMARANG

Puji Endah Wahyu Ningsih, 3301409091 (2013) PENANGANAN ANAK JALANAN DI RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK PELANGI OLEH DINAS SOSIAL, PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENANGANAN ANAK JALANAN DI RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK PELANGI OLEH DINAS SOSIAL, PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA SEMARANG)
Download (2680Kb)

    Abstract

    Jumlah anak jalanan di Kota Semarang setiap tahun semakin bertambah. Pola kehidupan anak jalanan di Kota Semarang juga sangat memprihatin, jauh dari pola kehidupan normal dan cenderung tidak sesuai dengan norma kehidupan masyarakat. Penyebabnya berbagai macam, mulai dari faktor ekonomi, keluarga, serta lingkungan pergaulan. Kondisi dan permasalahan mereka juga beragam mulai dari keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan yang buruk, partisipasi pendidikan rendah serta kondisi sosial, mental dan spiritual tidak kuat atau rapuh. Sehingga diperlukan penanganan yang lebih spesifik oleh Pemerintah. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakan penanganan pendidikan anak jalanan di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Pelangi oleh Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga? (2) Bagaimanakah penanganan anak jalanan di RPSA Pelangi oleh Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini di Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga Kota Semarang dan RPSA Pelangi. Fokus penelitian adalah penanganan pendidikan dalam hal pengetahuan dan keterampilan, sikap, perilaku yang di lakukan oleh Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga terhadap anak jalanan yang di Rumah Singgah Perlindungan Sosial Anak Pelangi, dan penanganan kesehatan baik fisik maupun psikis yang di lakukan oleh Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga terhadap anak jalanan di RPSA Pelangi. Sumber data dalam penelitian ini Kepala Seksi Bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, Staff Bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, Pimpinan RPSA Pelangi Semarang, Anak jalanan yang dijaring menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penanganan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga Kota Semarang meliputi Penanganan Pendidikan dalam hal pengetahuan dan keterampilan berupa pengetahuan perilaku hidup bersih, keterampilan menjahit dan perbengkelan yang diadakan setahun sekali. Sedangkan Penanganan keterampilan oleh RPSA Pelangi berupa pelatihan perbengkelan. Penanganan pendidikan dalam hal sikap oleh Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga baru berupa pendidikan mental disiplin dan pendidikan semi militer serta pendidikan karakter building di Balai Rehabilitasi Sosial. Sedangkan dari RPSA Pelangi penanganannya baru berupa terlaksananya program aksi dan kreasi anak jalanan, himbauan serta nasehat yang diberikan oleh pengurus panti. Penanganan perilaku yang dilakukan oleh Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga baru berupa pembinaan mental dan spiritual. Sedangkan dari pihak RPSA penanganannya pun baru berupa nasehat dan tutorial. Penanganan kesehatan anak jalanan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga Kota Semarang secara fisik belum ada, baru penanganan kesehatan secara psikis yang diberikan berupa pembinaan mental yang diadakan setahun sekali. Sedangkan dari pihak RPSA penanganan kesehatan secara fisik baru dilakukan secara insidental belum dilakukan secara rutin. Untuk penanganan kesehatan secara psikis baru berupa bimbingan konseling. Saran bagi Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga serta RPSA Pelangi untuk penanganan pendidikan dalam hal pengetahuan agar dapat memberikan pengetahuan tentang seks bebas dan narkoba yang sangat beresiko untuk anak jalanan. Dalam hal keterampilan ada tindak lanjut setelah diberikan pelatihan. Dalam hal sikap pengawasan dilakukan secara rutin dua minggu sekali untuk mengontrol sikap mereka setelah dilakukan pembinaan. Dalam hal perilaku pendidikan mental spiritual perlu dimaksimalkan lagi pelaksanaannya menjadi dua atau tiga kali dalam setahun. Penanganan kesehatan secara fisik untuk Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga agar diadakan, secara psikis pembinaan mental yang sudah terlaksana agar dilaksanakan setahun tidak hanya sekali tapi dimaksimalkan menjadi dua atau tiga kali. Sedangkan untuk RPSA penanganan kesehatan fisik dilakukan secara rutin dua atau tiga kali sebulan, secara psikis agar dilakukan terjadwal seminggu sekali.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Penanganan Anak Jalanan, Rumah Perlindungan Sosial Anak, Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga.
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 01 Nov 2013 08:08
    Last Modified: 01 Nov 2013 08:08

    Actions (login required)

    View Item