PEREMPUAN BURUH GENDONG DI PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang)

Eunike Celia Hapsari, 3501407056 (2013) PEREMPUAN BURUH GENDONG DI PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PEREMPUAN BURUH GENDONG DI PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang))
Download (1168Kb)

    Abstract

    Kemiskinan merupakan salah satu penyebab wanita bekerja dan mereka bersedia bekerja dalam kondisi apapun. Pekerjaan sebagai buruh gendong merupakan solusi bagi seseorang dimana keadaan ekonomi yang sangat minim, untuk berwiraswasta atau usaha dagang terbentur dengan modal. Peran ganda perempuan buruh gendong telah mempengaruhi perekonomian keluarga sehingga dengan pendapatan yang diperolehnya maka kesejahteraan keluarganya juga akan meningkat dan kebutuhan keluarga dapat terpenuhi Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi memilih pekerjaan sebagai buruh gendong, mengetahui pembagian waktu dalam menjalankan peran sebagai buruh dan sebagai ibu rumah tangga serta mengetahui faktor pendorong dan penghambat dalam melaksanakan pekerjaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif tentang perempuan buruh gendong di pasar tradisional. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala pasar, masyarakat, pengurus LKMK, dan buruh gendong. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan analisis data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan diolah dan diperiksa dengan teknik pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan dengan triangulasi. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (1)Alasan ekonomi menjadi alasan utama perempuan buruh gendong dalam memilih pekerjaan sebagai buruh gendong. Selain alasan ekonomi masih ada faktor yang melatarbelakangi yaitu faktor sosial, alasan tempat tinggal buruh gendong dengan pasar yang mudah dijangkau, alasan menjadi single parents.(2)Pembagian waktu kerja buruh gendong pagi hari melakukan tugas domestik seperti mencuci, membersihkan rumah dan memasak kemudian bertugas menjadi buruh gendong. Setelah itu kembali lagi menjadi ibu rumah tangga seperti mengasuh anak dan mendampingi belajar. (3)Faktor pendorong : (a) adanya keinginan untuk membantu perekonomian keluarga, (b) tidak memiliki pendidikan tinggi dan persyaratan yang mudah sehingga memilih pekerjaan sebagai buruh gendong (c) diperbolehkan oleh anggota keluarga. Faktor Penghambat: (a) ketika kondisi fisik dan daya tahan tubuh tidak kuat mereka tidak dapat bekerja, (b) status mereka sebagai ibu rumah tangga menjadikan beban ganda bagi perempuan buruh gendong. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1). Buruh Gendong Paguyuban buruh gendong perlu melakukan revitalisasi kebijakan tarif upah minimum agar kesejahteraan dan taraf hidup para buruh gendong dapat meningkat. (2). Pengelola Pasar Bandungan perlu melakukan koordinasinya dengan buruh gendong agar dapat menjadi bagian dari warga pasar yang diharapkan memperoleh pembinaan dari pemerintah. (3)Lembaga Independen serta pemerintah terkait, perlu mengadakan kegiatan keterampilan dan sejenisnya untuk memberdayakan buruh gendong guna membuka peluang kesempatan dan usaha yang lain(4). Masyarakat perlu menghargai tenaga kerja buruh gendong dalam hal pemberian upah

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Perempuan , Buruh, Pasar Tradisional, Desa Bandungan
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: Users 22790 not found.
    Date Deposited: 31 Oct 2013 07:23
    Last Modified: 31 Oct 2013 07:23

    Actions (login required)

    View Item