MENUMBUHKAN SIKAP NASIONALISME SANTRI (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MODERN ASSALAAM, DESA GANDOAN, KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG) TAHUN AJARAN 2012/2013

Firdyan Andramika, 3101406574 (2013) MENUMBUHKAN SIKAP NASIONALISME SANTRI (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MODERN ASSALAAM, DESA GANDOAN, KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG) TAHUN AJARAN 2012/2013. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Sikap nasionalisme di kalangan santri selama ini masih menimbulkan berbagai opini. Opini ini menimbulkan berbagai masalah di kalangan santri yaitu tidak mengikuti upacara, tidak hafal lagu-lagu Indonesia raya, tidak hafal Pancasila, tidak mengibarkan bendera, tidak saling menghormatir. Rumusan yang diangkat dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana sikap nasionalisme di kalangan Santri di pondok pesantern Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung; (2) Bagaimana proses penumbuhan sikap nasionalisme santri di podok pesantren Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung,(3) Kendala apa saja dalam proses penumbuhan sikap nasionalisme santri di pondok pesantren modern Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung; (1) Ingin mengetahui bagaimana sikap nasionalisme di kalangan santri di pondok modern pesantren Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung; (2) Ingin mengetahui bagaimana proses penumbuhan sikap nasionalisme santri di podok pesantren modern Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung; (3)Ingin mengetahui usaha apa saja kendala apa saja dalam proses penumbuhan sikap nasionalisme santri di pondok pesantren modern Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru sejarah, serta santri di pondok pesantren modern Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa metode; (1) Observasi/pengamatan; (2) wawancara dan (3)dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan metode analisis model interaktif, analisis data kualitatif terdiri dari; (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperhatikan bagaimana sikap Nasionalisme diterapkan di kalangansantri di pondok pesantren modern Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung. Ada lima hal yang mendorong penerapan sikap Nasionalisme; (1) Kesadaran untuk rela berkorban; (2) Banga menjadi warga negara Indonesia; (3) Menghargai jasa para pahlawan; (4) Saling menghormati toleransi perbedaan Agama; (5) Kebangaan terhadap budaya Indonesia. Dari kelima hal tersebut secara keseluruhan sikap Nasionalisme sudah tumbuh dan berkembang dalam kepribadian siswa. Walaupun pada era globalisasi dan teknologi yang semakin mengikis sikap nasionalis yang cenderung mengutamakan kepentingan sendiri dan keuntungan sesaat pada siswa masih memiliki sikap-sikap yang mendorong tumbuhnya sikap nasionalisme pada dirinya. Hambatan yang dihadapi oleh guru terhadap anak yang kurang memiliki sikap nasionalisme adalah masih adanya siswa yang nakal dan suka membolos serta terlambat dalam mengikuti pelajaran. Usaha yang dilakukan oleh guru untuk mengembangkan sikap nasionalisme, guru sejarah menggunakan pendekatan secara individu, kekeluargaan dan menggunakan sejarah yang lebih inovatif/afektif.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Sikap, Nasionalisme, Santri
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah, S1
Depositing User: Users 1771 not found.
Date Deposited: 22 May 2014 11:34
Last Modified: 22 May 2014 11:34

Actions (login required)

View Item