ANALISIS SEMIOTIK: UPACARA PERKAWINAN “NGERJE” KAJIAN ESTETIKA TRADISIONAL SUKU GAYO DI DATARAN TINGGI GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH

Rida Safuan Selian, 2001505003 (2007) ANALISIS SEMIOTIK: UPACARA PERKAWINAN “NGERJE” KAJIAN ESTETIKA TRADISIONAL SUKU GAYO DI DATARAN TINGGI GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (ANALISIS SEMIOTIK: UPACARA PERKAWINAN “NGERJE” KAJIAN ESTETIKA TRADISIONAL SUKU GAYO DI DATARAN TINGGI GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH) - Published Version
Download (2070Kb)

    Abstract

    Tesis ini mengkaji makna simbolik dan estetika yang terdapat pada upacara perkawinan ngerje masyarakat Gayo. Upacara tradisional merupakan salah satu budaya dalam masyarakat yang memiliki peranan penting dalam mengatur kehidupan masyarakat pendukungnya. Upacara perkawinan ngerje masyarakat Gayo di dataran tinggi Gayo kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu upacara yang berkaitan dengan daur hidup yaitu kelahiran, khitanan, perkawinan dan kematian yang ada dalam kehidupan masyarakat Gayo. Aturan-aturan adat dan tata cara pelaksanaan upacara perkawinan ngerje tersebut telah dirumuskan dalam aturan adat semenjak zaman kerajaan Lingga Gayo pada tahun 450 Hijriah atau 1115 Masehi. Tujuan tesis ini adalah untuk mengetahui: (1) Perwujudan upacara perkawinan ngerje masyarakat Gayo. (2) Faktor estetis dan ekstra estetis yang terdapat dalam upacara perkawinan ngerje suku Gayo terutama melalui simbol-simbol yang digunakan dalam upacara perkawinan. (3) Proses sosialisasi nilai-nilai yang terdapat dalam upacara perkawinan ngerje suku Gayo. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif yang holistik untuk mengungkapkan perwujudan fisik upacara perkawinan ngerje suku Gayo sebagai faktor intra estetis yang dipengaruhi oleh sistem budaya dan religi sebagai faktor ekstra estetis untuk memahami makna simbol yang terdapat dalam upacara perkawinan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara atau interview langsung dengan tokoh masyarakat yang dianggap mengetahui tentang perwujudan dan makna simbol dalam upacara perkawinan ngerje, pengambilan gambar atau photo upacara perkawinan ngerje dan studi dokumenter dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen yang ada baik yang tertulis, gambar atau photo maupun elektronik yang berkaitan dengan upacara perkawinan ngerje. Analisis data dilakukan sambil mengumpulkan data dengan cara mengatur transkrip wawancara, catatan lapangan dan materi lainnya yang berguna bagi peningkatan pemahaman penelitian mengenai subjek penelitian, dan mungkin menyampaikan temuan peneliti kepada orang lain. Kegiatan dalam analisis data ini mencakup tentang pengorganisasian data, menguraikan data menjadi unit yang lebih kecil, melakukan sintesa diantara data, mencari pola hubungan atau interaksi diantara data, menemukan data mana yang lebih penting dan harus dipahami serta menentukan apa saja yang perlu dilaporkan serta diinformasikan kepada masyarakat. Secara tekstual dan kontekstual, upacara perkawinan ngerje termasuk jenis upacara tradisional yang masih memiliki nuansa magis-mitologis sehingga memunculkan tanda atau simbol-simbol yang bermakna bagi penghayatan dan pemahaman budaya masyarakat Gayo. Simbol-simbol tersebut terungkap lewat uberampe, perilaku dan suasana dalam tiap tahapan upacara perkawinan ngerje. Simbol-simbol ini dapat dijadikan pedoman hidup bagi masyarakat Gayo. Selanjutnya untuk menganilisis simbol-simbol dalam upacara perkawinan ngerje dilakukan dengan pendekatan semiotik. Teknik analisis yang digunakan adalah sintaksis semiosis, semantik semiosis dan pragmatik semiosis. Melalui analisis makna simbolis dan estetika pada upacara perkawinan ngerje, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Gayo yang menganut sistem kekeluargaan belah atau klen, melakukan sistem perkawinan exogami yaitu melarang keras terjadinya perkawinan dengan sesama belah atau klennya sendiri, tetapi melakukan perkawinan dengan belah atau klen yang berlainan. Estetika pada masyarakat Gayo berdasarkan pada estetika Islam yang berasal dari teks-teks kitab suci, tradisi puitik, hikayat dan dongeng-dongeng mitologis. Secara pragmatik upacara perkawinan ngerje merupakan pendidikan terhadap kedewasaan dalam berpikir dan bertindak, kerelaan, pembelajaran terhadap keseimbangan hidup dunia dan akhirat, kesetaraan golongan atau klen, menjadi manusia yang ideal dan wujud ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang dikemas dalam suatu peristiwa teater kehidupan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Uncontrolled Keywords: Budaya, upacara perkawinan, estetika dan simbol
    Subjects: L Education > L Education (General)
    N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Seni, S2
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 30 May 2013 03:57
    Last Modified: 30 May 2013 03:57

    Actions (login required)

    View Item