Strategi Pemberdayaan Pertanian bagi Tunawisma di Balai Rehabilitasi Sosial “Samekto Karti” Pemalang I

Qory Amalia , 1201408018 (2012) Strategi Pemberdayaan Pertanian bagi Tunawisma di Balai Rehabilitasi Sosial “Samekto Karti” Pemalang I. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan semakin kompleksnya masalah kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Proses pemberdayaan menentukan pada kemandirian masyarakat sebagai hasil dan menunjukkan pada kemampuan orang dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari 1 Kepala BAREHSOS, 1 Pekerja Sosial, dan 5 Tunawisma. Teknik Penganalisisan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Penyajian data, 4) Penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini: (1) Pemberdayaan dilaksanakan dengan bimbingan dari tutor-tutor atau pendamping yang sesuai dengan bidangnya. Selain itu juga adanya kerjasama dengan instansi lain seperti BPP (Balai Penyuluh Pertanian) dan PPL (Petugas Pertanian Lapangan) yang mendukung berjalannya proses pemberdayaan pertanian dengan memberikan penyuluhan setiap seminggu sekali secara rutin. (2) Strategi pemberdayaan pertanian di Balai Rehabilitasi Sosial “Samekto Karti” Pemalang I antara lain: (a) pada aras mikro yaitu dengan cara melakukan kerja sama dengan instansi-instansi, seperti BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Ampelgading (b) pada aras mezzo dengan cara pendidikan pemberdayaan, dinamika kelompok, dan memecahkan masalah pemberdayaan, (c) pada aras makro dengan cara perencanaan pemberdayaan, merumuskan pemberdayaan, dan pengorganisasian. (3) Kendala dalam pemberdayaan pertanian di Balai Rehabilitasi Sosial “Samekto Karti” Pemalang I diantaranya adalah fasilitas atau sarana dan prasarana yang masih sangat sederhana dan masih kurang lengkap. Kendala yang lain adalah mental dari penerima manfaat yang masih kurang baik. Saran yang disampaikan yaitu: 1) Mengoptimalkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pemberdayaan pertanian. 2) Proses pemberdayaan yang dilaksanakan benar-benar mampu mengantarkan para penerima manfaat untuk kembali ke masyarakat dengan hidup secara mandiri. 3) Pengoptimalan setelah selesainya pemberdayaan yaitu adanya pemantauan terhadap para penerima manfaat agar tidak kembali ke jalan dan kembali menjadi tuawisma. 4) Adanya jaminan kepada para penerima manfaat setelah selesainya proses pemberdayaan yaitu berupa pekerjaan ataupun disalurkan sebagai tenaga kerja sesuai dengan kemampuan masing-masing penerima manfaat.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Tunawisma, Strategi Pemberdayaan, Pertanian, Pemalang
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah, S1
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 24 Oct 2012 21:41
Last Modified: 24 Oct 2012 21:41

Actions (login required)

View Item