Pemakaian Bahasa Sinjab di Kabupaten Batang Kawasan Kota: Kajian Sosiolinguistik

Luthfiar Laeis , 2150405003 (2012) Pemakaian Bahasa Sinjab di Kabupaten Batang Kawasan Kota: Kajian Sosiolinguistik. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Bahasa Sinjab adalah variasi bahasa slang yang dipakai masyarakat di Kabupaten Batang tepatnya di kawasan kota. Variasi bahasa ini biasanya dipakai oleh sopir, kernet, pengamen, dan sebagian masyarakat Batang kelas menengah ke bawah. Dalam hal ini, bahasa Sinjab dapat diartikan sebagai sebuah peristiwa bahasa yang memiliki keterkaitan dengan masalah bahasa sebagai gejala sosial masyarakat. Permasalahan yang muncul dalam kajian ini adalah (1) bentuk bahasa Sinjab, (2) tujuan pemakaian bahasa Sinjab, serta (3) faktor yang memengaruhi pemakaian bahasa Sinjab. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsi bentuk dan pembentukan bahasa Sinjab, (2) mendeskripsi tujuan pemakaian bahasa Sinjab, serta (3) mendeskripsi faktor yang memengaruhi pemakaian bahasa Sinjab melalui analisis dari beberapa contoh konteks. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan teoretis dengan Sosiolinguistik dan pendekatan metodologis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan yang dikumpulkan dalam bentuk kosakata-kosakata yang diucapkan oleh narasumber dengan menggunakan metode penjaringan data, yaitu melalui teknik cakap bertemu muka, teknik sadap, teknik simak libat cakap, dan teknik rekam. Selanjutnya data yang telah terkumpul ditulis dalam kartu data untuk diklasifikasikan. Metode analisis data penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif konstan atau disebut juga dengan metode padan. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode formal dan informal. Berdasar penelitian ini bentuk bahasa Sinjab dibagi menjadi dua, yaitu bahasa Sinjab asli dan bahasa Sinjab bentukan. Kosakata bahasa Sinjab bentukan dibagi atas tiga macam, yaitu (1) kosakata yang dibentuk dari bentuk dasar berawal vokal, (2) kosakata yang dibentuk dari bentuk dasar tunggal, dan (3) kosakata yang dibentuk dari bentuk berimbuhan. Ada empat cara pembentukan dari kosakata yang dibentuk dari bentuk dasar berawal konsonan, yaitu (1) menambahkan sisipan, (2) menukar posisi konsonan, (3) menukar posisi konsonan dan menambah sisipan, dan (4) menukar posisi konsonan dan mengurangi fonem. Tujuan memakai bahasa Sinjab adalah (1) merahasiakan tuturan, (2) menciptakan suasana persaudaraan di antara peserta tutur, (3) menghaluskan bentuk-bentuk umpatan, (4) menghaluskan bentuk-bentuk perintah, dan (5) menegaskan inti dari konteks tuturan. Beberapa faktor yang memengaruhi pemakaian bahasa Sinjab adalah (1) isi tuturan, (2) peserta tutur, dan (3) situasi dan tempat terjadi tuturan. Bahasa Sinjab dipakai ketika penutur bahasa Sinjab sedang membicarakan hal tabu di tempat umum, membicarakan sesuatu yang bersifat rahasia, juga ketika si peserta tutur ingin menghadirkan nilai kedekatan dan persaudaraan. Saran yang peneliti sampaikan yaitu: (1) penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lagi oleh peneliti bahasa, terutama dalam bidang histori, morfologi dan fonologinya; (2) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan atau rujukan dalam mengamati gejala sosial masyarakat; (3) bahasa Sinjab tetap dilestarikan karena merupakan salah satu fenomena kebahasaan masyarakat.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: bentuk bahasa sinjab, pemakaian bahasa sinjab, slang, variasi bahasa
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Sastra
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 30 Sep 2012 22:29
Last Modified: 30 Sep 2012 22:29

Actions (login required)

View Item