Hubungan antara Postur Tubuh dan Keterbelajaran Gerak pada Siswa Sekolah Dasar Negeri kelas V dan VI (Usia 10-12 Tahun) di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Tahun 2006.

Mohamad Qinan Nakhur, 6101402028 (2006) Hubungan antara Postur Tubuh dan Keterbelajaran Gerak pada Siswa Sekolah Dasar Negeri kelas V dan VI (Usia 10-12 Tahun) di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Tahun 2006. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Permasalahan yang dikaji: 1) bagaimana tingkat postur tubuh siswa, 2) bagaimana tingkat keterbelajaran gerak siswa dan 3) bagaimana hubungan antara postur tubuh dengan keterbelajaran gerak siswa SD kelas V dan VI usia 10-12 tahun di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal ?. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat postur tubuh, tingkat keterbelajaran gerak dan hubungan antara postur tubuh dan keterbelajaran gerak Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa sekolah dasar Negeri kelas V dan VI se Kecamatan Patebon. Sampel diambil secara cluster random sampling sebanyak 115 siswa dalam 8 SD yang terbagi menjadi dua daerah binaan yaitu Dabin I daerah perkotaan dan Dabin II daerah laut. Variabel yang diteliti yaitu postur tubuh sebagai variabel bebas dan keterbelajaran gerak sebagai variabel terikat. Data diambil dengan survai tes tentang postur tubuh secara dinamis dan tes keterbelajaran gerak dari IOWA test. Data dianlisis menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat postur tubuh siswa sekolah dasar Negeri kelas V dan VI (usia 10-12 tahun) di Kecamatan Patebon Kendal tahun 2006 dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 66,1% dan sebanyak 33,9% dalam kategori bagus. Pada Dabin I sebanyak 75,4% siswa memiliki postur tubuh yang sedang dan 24,6% dalam kategori bagus. Pada Dabin II sebanyak 56,9% siswa memiliki postur tubuh sedang dan 43,1% dalam kategori bagus. Tingkat keterbelajaran gerak siswa sekolah dasar Negeri kelas V dan VI (usia 10-12 tahun) di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal tahun 2006 dalam kategori baik sekali yaitu mencapai 44,3%, sebanyak 45,2% memiliki keterbelajaran gerak yang baik dan hanya 10,4% dalam kategori sedang. Pada Dabin I sebanyak 40,4% memiliki keterbelajaran gerak yang baik sekali, sebanyak 43,9% dalam kategori baik dan 15,8% dalam kategori sedang. Pada Dabin II, sebanyak 48,3% memiliki keterbelajaran gerak yang baik sekali, sebanyak 46,6% dalam kategori baik dan hanya 5,2% dalam kategori sedang. Hasil korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan positif antara postur tubuh dengan keterbelajaran gerak siswa sekolah dasar kelas V dan VI (usia 10-12 tahun) di Kecamatan Patebon Kendal tahun 2006. Dari data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat postur tubuh dalam kategori sedang, tingkat keterbelajaran gerak dalam kategori baik dan ada hubungan positif yang signifikan postur tubuh dengan keterbelajaran gerak pada siswa kelas V dan VI SD Negeri se Kecamatan Patebon Kendal. Disarankan kepada orang tua hendaknya tidak membatasi aktivitas gerak siswa seperti bermain, sebab akan berpengaruh positif terhadap postur tubuh secara dinamis. Kepada guru penjaskes hendaknya mengetahui perkembangan dan pertumbuhan siswa untuk mememberikan pembelajaran yang mengarah pada peningkatan postur tubuh tubuh yang lebih baik dan akhirnya akan berpengaruh terhadap keterbelajaran gerak siswa. Bagi siswa untuk lebih meningkatkan gerakan-gerakan fisik yang bermanfaat sehingga meningkatkan kualitas postur tubuh dan keterbelajaran geraknya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
Fakultas: UNSPECIFIED
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 14 Apr 2011 21:12
Last Modified: 25 Apr 2015 00:27

Actions (login required)

View Item