Peranan Kelompok Tani Dalam Mengatasi Kemiskinan Di Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal

Rudi Witoko, 3501404039 (2011) Peranan Kelompok Tani Dalam Mengatasi Kemiskinan Di Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh negara yang sedang berkembang seperti Indonesia adalah kemiskinan, tingginya angka kemiskinan di Indonesia terutama mereka yang tinggal di desa dan berprofesi sebagai petani membuat pemerintah mengeluarkan berbagai macam program untuk mengatasinya, salah satunya yaitu Kelompok Tani. Kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak/ pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. (Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 273/ kpts/ot.160/4/ 2007). Kelebihan dari program kelompok tani ini adalah dari metode pendekatan yang digunakan, yaitu dengan menggunakan metode pendekatan kelompok. Salah satunya kelompok tani “Sido Makmur” di Desa Turunrejo. Kelompok tani “Sido Makmur” terdiri dari dua kelompok petani, yaitu petani sawah yang tergabung dalam “Sido Makmur I, II, III” dan petani tambak dalam “Sido Makmur IV”. Namun akhir-akhir ini banyak kelompok tani yang berdiri hanya sebentar saja, yaitu saat ada bantuan modal baik uang atau peralatan pertanian tapi setelah modal habis perlahan-lahan mereka membubarkan diri. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana kehidupan ekonomi petani miskin di desa Turunrejo ? (2) Bagaimana peranan kelompok tani dalam membantu mengatasi kemiskinan yang dihadapi petani Desa Turunrejo ? (3) Kendala-kendala apa saja yang dihadapi kelompok tani dalam membantu mengatasi kemiskinan petani di Desa Turunrejo ? Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui kehidupan ekonomi petani di Desa Turunrejo (2) mengetahui peranan kelompok tani dalam membantu mengatasi kemiskinan yang dihadapi petani Desa Turunrejo (3) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi kelompok tani dalam membantu mengatasi kemiskinan petani di Desa Turunrejo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan mengambil kasus di Desa Turunrejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal. Informan dalam penelitian ini adalah kepala desa turunrejo, anggota kelompok tani, penyuluh pertanian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menentukan data digunakan teknik triangulasi yang memanfaatkan teknik lain yaitu membandingkan data hasil pengamatan dengan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Interaktif dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Kehidupan ekonomi petani di Desa Turunrejo sebelum adanya kelompok tani “Sido Makmur” yaitu para petani di Desa Turunrejo masih sepenuhnya menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian sawahnya dimana luas lahan persawahan di Desa Turunrejo rata-rata 0,5 ha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, akan tetapi jika terjadi gagal panen karena serangan hama ataupun karena kekeringan banyak petani yang berhutang untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Hal tersebut membuat petani di Desa Turunrejo berada di lapisan bawah dalam struktur sosial masyarakat. Setelah kelompok tani “Sido Makmur” terbentuk di Desa Turunrejo pendapatan petani dapat ditingkatkan melalui program-program yang diterapkan (2) Kelompok tani yang ada di Desa Turunrejo ini mempunyai peranan yang sangat penting melalui program kelas belajar, wahana kerjasama, dan Unit produksi yang hasil akhir semuanya untuk merubah kehidupan perekonomian warga khususnya pertanian menjadi semakin meningkat dan lebih baik dari sebelumnya. (3) Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan kelompok tani tersebut yaitu: (a) Kurangnya pendampingan dari lembaga atau organisasi penyuluh pertanian dan perikanan dalam memperkuat kelompok tani “Sido Makmur” (b) Rendahnya partisipasi masyarakat yang tidak tergabung dalam kelompok tani “Sido Makmur” (c) Rendahnya harga jual gabah kering dan ikan bandeng atau udang (d) Masih rendahnya teknologi dan informasi yang dimiliki petani tambak dalarn rncngernbangkan usahataninya. Saran yang dikemukakan sehubungan dengan adanya kasus ini (1) kepada para warga masyarakat yaitu agar memanfaatkan kelompok tani “Sido Makmur” dengan ikut berperan dalam usaha jual beli hasil panen petani agar mereka dapat memperbaiki kehidupan ekonomi dan sosialnya. (2) kepada kelompok tani “Sido Makmur” yaitu agar meningkatkan program kerjanya terutama dalam peningkatan program kerja unit produksi agar produksi panen petani meningkat baik kuantitas ataupun kualitasnya. (3) kepada pemerintah setempat yaitu agar lebih giat membantu petani dengan mengadakan penyuluhan pertanian lebih sering lagi dan memberikan bantuan modal berupa bibit ataupun pupuk murah kepada para petani anggota Kelompok Tani “Sido Makmur”.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Peranan, Kelompok Tani, Kemiskinan Petani
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > HM Sociology
L Education > L Education (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 23 Jul 2012 18:15
Last Modified: 23 Jul 2012 18:15

Actions (login required)

View Item