Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faaktor Produksi Petani Karet Di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Tahun 2011

Julian Saputra, 7450407077 (2012) Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faaktor Produksi Petani Karet Di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Tahun 2011. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (“Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faaktor Produksi Petani Karet Di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Tahun 2011) - Published Version
Download (390Kb)

    Abstract

    Komoditi karet merupakan salah satu komoditi di Indonesia untuk ekspor maupun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tanaman karet banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dalam skala yang lebih kecil perkebunan karet didapatkan pula di Jawa, Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. Untuk di Jawa Tengah yang belakangan dalam beberapa tahun ini produktivitas karet cenderung menurun, sedangkan di Kabupaten Cilacap sebagai Kabupaten penghasil produksi karet terbesar di Jawa Tengah juga mengalami penurunan produktivitas. Dengan latar belakang seperti ini, peneliti ingin mengkaji Bagaimanakah tingkat efisiensi pemanfaatan input (efisiensi teknis, efisiensi alokatif/harga, dan efisiensi ekonomi) dan Bagaimanakah return to scale serta analisis keuntungan pada pertanian karet di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. Populasi dalam penelitian ini adalah petani karet Kecamatan Dayeuhluhur yang berjumlah petani. Sampel penelitian diambil secara Area Random Sampling dan diperoleh 89 petani sebagai responden. Variabel dalam penelitian ini adalah: luas lahan, tenaga kerja, pupuk dan mangkuk karet. Penelitian ini menggunakan alat bantuan Software Frontier Version 4.1c. Untuk menganalisis Nilai efisiensi teknis menggunakan model SPF yang telah mengalami pengembangan lebih lanjut, yaitu model Stochastic Production Frontie r– Technical Efficiency (SPF-TE) sebagaimana dilakukan oleh Battesa and Coelli dalam Coelli, 1995. Dari hasil penghitungan efisiensi teknis diperoleh hasil sebesar 0,75534. Hal ini mengandung arti bahwa usahatani karet di Kecamatan Dayeuhluhur masih belum efisien secara teknis. Dari hasil perhitungan efisiensi harga di peroleh hasil sebesar . Ini berarti bahwa usahatani usahatani karet belum efisien secara harga. Untuk hasil perhitungan efisiensi ekonomi di peroleh hasil sebesar 1,9686. Hal ini berarti bahwa usahatani karet di Kecamatan Dayeuhluhur masih belum efisien secara ekonomi. Nilai return to scale sebesar 1,13385. Hal ini menunjukan bahwa usaha tani karet tersebut berada pada Increasing return to scale, yaitu apabila tiap unit tambahan input menghasilkan tambahan output yang lebih banyak daripada unit input sebelumnya. Untuk perhitungan R/C ratio hasil sebesar 0,96415 hal ini mempunyai arti bahwa usaha tani karet belum menguntungkan pada 5 tahun pertama karena awal masa produksi karet pada usaha tani karet di Kecamatan Dayeuhluhur terjadi pada 5 tahun setelah penanaman karet sedangkan biaya yang dikeluarkan selama 5 tahum belum diimbangi oleh hasil produksinya yang baru memasuki panen pertama.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Karet, Efisiensi, Return To Scale, R/C rasio.
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 12 Jul 2012 22:54
    Last Modified: 12 Jul 2012 22:54

    Actions (login required)

    View Item