Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Tolok Ukur Penilaian Kinerja Perusahaan Pada CV. Prestise Semarang

Arianda Mafrukhan, 7350406577 (2011) Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Tolok Ukur Penilaian Kinerja Perusahaan Pada CV. Prestise Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Sistem pengukuran kinerja memainkan peran kunci dalam menerapkan dan implementasi strategi bisnis. Sistem pengukuran kinerja konvensional yang berbasis pada aspek finansial telah gagal mengukur dan mengintegrasikan semua faktor kritis keberhasilan bisnis. CV. Pretise Semarang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa percetakan, Dalam mengevaluasi kinerjanya menggunakan metode konvensional yang pada kenyataanya belum dapat menggambarkan keadaan perusahaan sebenarnya. Sehingga diperlukan pengukuran kinerja yang mampu menyelaraskan aspek internal dan eksternal, financial dan non financial assets serta mengawasi pencapaian strategi perusahaan yaitu balanced scorecard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengukuran kinerja yang tepat diterapkan pada CV. Prestise Semarang. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data perusahaan dan laporan perusahaan. Kuesioner digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan dan karyawan. Studi pustaka untuk memperoleh literatur tentang balanced scorecard. Penilaian kinerja baik secara parsial per perspektif maupun keseluruhan menggunakan teknik scoring, dimana masing-masing indikator diberi bobot nilai. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase untuk mengukur tingkat kepuasan karyawan dan kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja keuangan CV. Pretise Semarang pada tahun 2010 kategori cukup baik namun indikator rasio aktivitas dan ROI mengalami penurunan yang cukup signifikan dan perusahaan kesulitan dalam membuat strategi dan pembenahan secara tepat dan spesifik. Dari analisis data hasil penelitian, statistik deskriptif persentase kinerja CV. Pretise Semarang dengan balanced scorecard secara keseluruhan diperoleh hasil 65 % yang berarti bahwa secara keseluruhan kinerja cukup, dimana perspektif keuangan (76,19 %) dan bisnis internal (75 %) menunjukkan kinerja yang baik namun perspektif konsumen (64 %) dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (60 %) harus diperbaiki. Balanced Scorecard terbukti lebih baik dan efektif untuk diterapkan dalam mengukur tujuan atau keluaran yang ingin dicapai perusahaan. Kesimpulan dari penelitian adalah sistem pengukuran kinerja yang paling tepat diterapkan di CV. Prestise Semarang adalah Balanced Scorecard karena lebih baik dan efektif dalam membantu membuat dan menerapkan strategi perusahaan sehingga CV. Prestise Semarang hendaknya mulai menerapkanya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Penilaian Kinerja, Balanced Scorecard
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 11 Jul 2012 08:45
Last Modified: 11 Jul 2012 08:45

Actions (login required)

View Item