Pengembangan Model Pembelajaran Permainan Tradisional Gobak Sodor Pada Siswa Kelas V Di SD Negeri 02 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2011

Prima Edy Priyanto, 6101407119 (2011) Pengembangan Model Pembelajaran Permainan Tradisional Gobak Sodor Pada Siswa Kelas V Di SD Negeri 02 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2011. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Bagaimana model pembelajaran permainan tradisional gobak sodor yang disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas V dan disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas gerak siswa, siswa merasa senang, dan tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes bagi siswa kelas V SD Negeri di Bulungkulon. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan (research-based devolepment) dari Brog dan Gall yang telah dimodifikasi, yaitu: (1)Melakukan penelitian pendahuluan dan mengumpulkan informasi, termasuk observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) Mengembangkan produk awal (yang berupa model permainan tradisional gobak sodor modifikasi). (3) evaluasi para ahli dengan menggunakan satu ahli penjas dan dua ahli pembelajaran, serta uji coba kelompok kecil, dengan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis, (4) revisi produk pertama, revisi produk berdasarkan hasil dari evaluasi ahli dan uji coba kelompok kecil (12 siswa). Revisi ini digukanan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat oleh peneliti, (5) uji lapangan (30 siswa), (6) revisi produk akhir yang dilakukan berdasarkan hasil uji lapangan, (7) hasil akhir model pembelajaran melalui permainan tradisional gobak sodor bagi siswa SD Negeri di Bulungkulon yang dihasilkan melalui revisi uji lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli (satu ahli penjas dan dua ahli pembelajaran), uji coba kelompok kecil (12 siswa kelas V SD Negeri 02 Bulungkulon), dan uji lapangan (30 siswa SD Negeri 02 Bulungkulon). Data evaluasi ahli (satu ahli penjas dan dua guru penjasorkes SD) diperoleh jawaban untuk kategori tidak baik 0%, kurang baik 0%, cukup baik, 26,7%, baik 50%, dan sangat baik 23,3%. Data uji lapangan hasil kuesioner siswa diperoleh jawaban untuk kategori tidak baik 0%, kurang baik 0%, cukup baik 30%, baik 46,7%, dan sangat baik 23,3%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan pengembangan model pembelajaran permainan tradisional gobak sodor baik, mencapa rata-rata 75,5%. Sehingga hasil pengembangan efektif dalam pembelajaran penjasorkes kelas V SD Negeri di Bulungkulon. Dapat disarankan bagi guru penjasorkes SD Negeri di Bulungkulon bisa memanfaatkan model pengembangan model pembelajran ini dan dapat menambahkan variasi-variasi lain dalam pembelajaran penjasorkes

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
O Sport > Education, Training, Research
Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 08 Jul 2012 21:46
Last Modified: 08 Jul 2012 21:46

Actions (login required)

View Item