Perempuan di Pancuran Pitu”Kajian Tentang Fenomena Ritual PSK di Pancuran Pitu Baturraden

Raih Cita Edukatifa Rostini, 3501406550 (2011) Perempuan di Pancuran Pitu”Kajian Tentang Fenomena Ritual PSK di Pancuran Pitu Baturraden. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Pekerja Seks Komersial (PSK) menggunakan dua cara untuk mempercantik tubuhnya yaitu dengan cara yang bersifat rasional seperti fitnes, ke salon kecantikan, berpakaian menarik dan lain-lain, dan yang kedua bersifat irasional yaitu dengan melakukan ritual. PSK melakukan fenomena ritual di tempat yang disebut Pancuran Pitu. Fenomena Ritual yang dilakukan PSK ini merupakan cara untuk menarik perhatian para pelanggan dan untuk membuang kesialan. Fenomena ini biasanya dilakukan pada hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Tujuan penelitian ini untuk 1) Mengetahui alasan para PSK melakukan ritual di Pancuran Pitu Baturraden, 2) Mengetahui pelaksanaan ritual yang dilakukan PSK di Pancuran Pitu Baturraden. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini diperoleh dari subjek penelitian yaitu para PSK yang melakukan Ritual Mandi Bersih dan Ritual Buang Sial di Pancuran Pitu Baturraden dan informan yang mengetahui Ritual Mandi Bersih dan Ritual Buang Sial di Pancuran Pitu Baturraden, seperti juru kunci dan warga masyarakat sekitar. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Pekerja Seks Komersial (PSK) Gang Sadar melakukan ritual di Pancuran Pitu dikarenakan adanya kepercayaan yang sudah dilakukan secara turun-temurun dari para PSK terdahulu, karena adanya kepercayaan mandi di Pancuran Pitu dapat membuat mereka menjadi semakin laris dalam pekerjaannya, dan karena adanya keinginan dari para PSK untuk terhindar dari kesialan dan penyakit berbahaya. Ritual di Pancuran Pitu, tidak semua PSK gang Sadar melakukannya karena ritual ini hanya dilakukan oleh para PSK yang berasal dari Jawa terutama Jawa Tengah, sedangkan PSK yang berasal dari luar Jawa Tengah mereka mempunyai guru spiritual yang dibawa dari kampung halamannya. 2) Proses ritual yang dilakukan para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Pancuran Pitu adalah pada hari Selasa dan Jumat Kliwon dan dilakukan pada malam hari yaitu pada pukul 12 malam. Proses pelaksanaan ritual ini dilakukan oleh sebagian PSK di Gang Sadar terutama para PSK yang berasal dari Jawa Tengah. Benda-benda yang dibawa pada saat ritual Mandi Bersih adalah Minyak Wangi Melati dan Rokok Sigarilos, dan membaca dzikir sebanyak 1200 kali yang dipimpin oleh Juru Kunci, sedangkan pakaian yang dipakai oleh para PSK adalah Jarit atau Kemben. Waktu yang digunakan untuk pelaksanaan ritual Mandi Bersih adalah selama 1 jam. Cara pelaksanaan ritual Mandi Bersih yang pertama yaitu bersembahyang di petilasan dengan menyerahkan minyak wangi melati dan rokok sigarilos, selanjutnya para PSK melakukan mandi di Pancuran Pitu. Proses pelaksanaan ritual Buang Sial yaitu pada hari yang dianggap bembawa kesialan bagi para PSK. Benda atau barang yang harus dibuang dalam ritual adalah pakaian dalam seperti, BH, celana dalam, dan bahkan uang pembayaran dari pelanggan. Dari hasil penelitian yang sudah didapatkan maka peneliti memberi saran sebagai berikut ,1) Bagi pengelola Baturraden, untuk lebih menertibkan ritual agar tidak mengganggu pengunjung yang lain dan untuk tidak mengotori tempat wisata terutama masalah kelengkapan ritual yang harus dibuang di sungai. 2) Bagi Pemerintah setempat, untuk membantu upaya pengentasan PSK agar PSK tersebut memiliki alternatif pekerjaan yang lain.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Perempuan. Fenomena Ritual. Pekerja Seks Komersial ( PSK )
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 05 Jul 2012 03:26
Last Modified: 05 Jul 2012 03:26

Actions (login required)

View Item