Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali

Krisandi Anggung Pramono, 3250406013 (2011) Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Seiring berkembangnya zaman terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan akan wilayah permukiman dengan kuantitas lahan yang cenderung konstan. Kenyataannya kebutuhan ruang yang semakin meningkat jelas tidak diikuti oleh ketersediaan lahan. Pemilihan lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan kondisi fisik lahan bisa memicu adanya bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan seperti longsor, rawan banjir dan faktor-faktor lainnya. Penggunaan lahan yang sudah ada perlu dievaluasi kesesuaiaannya guna pemanfaatan lahan secara tepat. Penelitian ini bertujuan : (a) mengetahui variasi tingkat kesesuaian lahan untuk permukiman di daerah penelitian, (b) Mengevaluasi kawasan permukiman di Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali berdasarkan tingkat kesesuaian lahan untuk permukiman, (c) Menyusun arahan/rekomendasi lokasi pengembangan permukiman di Kecamatan Karanggede. Metode yang digunakan adalah metode tumpang susun (overlay) antara peta bentuklahan, peta kemiringan lereng, peta jenis tanah dan peta penggunaan lahan untuk membuat peta satuan lahan. Setiap satuan lahan digunakan sebagai populasi/sampel untuk mengetahui karakteristik lahan dengan cara pengharkatan (scoring) terhadap parameter kesesuaian lahan untuk permukiman di Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan lahan dalam lingkup Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali yang berjumlah 524 yang terbagi dalam 50 jenis satuan lahan. Pengambilan sampel menggunakan teknik area sampling sehingga diperoleh 25 sampel pengamatan dan 6 sampel tanah. Parameter karakteristik lahan untuk penentuan kelas kesesuaian lahan adalah sebanyak 9 variabel yaitu kemiringan lereng, kembang kerut tanah, kondisi kerawanan longsor, kondisi banjir/genangan, daya dukung tanah, tekstur tanah, drainase permukaan, sebaran bahan kasar dan kedalaman air tanah. Hasil penelitian evaluasi kesesuaian lahan untuk permukiman menunjukkan bahwa di wilayah Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali seluas 41,75606 Km2 memiliki 50 satuan lahan. Terdapat 3 kelas kesesuaian lahan untuk permukiman yaitu sangat sesuai (S1), sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3) dimana lahan dengan kesesuaian lahan sangat sesuai menempati wilayah seluas 5,84718 Km2 (14,00%) dari keseluruhan wilayah, permukiman dengan kesesuaian lahan sesuai menempati wilayah seluas 33,34916 Km2 (79,87%) dan lahan dengan kesesuaian lahan sesuai marginal menempati wilayah seluas 2,55972 Km2 (6,13%) dari keseluruhan wilayah. Dari sejumlah permukiman yang sudah ada (existing) di daerah penelitian terdapat 3 kelas kesesuaian lahan untuk permukiman yaitu untuk permukiman existing dengan kelas sangat sesuai (S1) menempati wilayah seluas 547,274 Ha (40,44%) dari keseluruhan wilayah permukiman, permukiman existing dengan kelas sangat sesuai (S1) ini tersebar di Desa Bangkok, Desa Dologan, Desa Bantengan, Desa Grogolan, Desa Kebonan, Desa Klari, Desa Tegalsari, Desa Sranten, Desa Sendang, Desa Klumpit, Desa Karangkepoh, Desa Pinggir, Desa Mojosari dan Desa Pengkol. Permukiman existing dengan kelas sesuai (S2) menempati wilayah seluas 795,824 Ha (58,80%) yang berada di Desa Kebonan, Desa Klari, Desa Sendang, Desa Tegalsari, Desa Sranten, Desa Dologan, Desa Grogolan, Desa Pengkol, Desa Karangkepoh, Desa Mojosari, Desa Klumpit, Desa Bangkok, Desa Pinggir, Desa Bantengan, Desa Sempulur dan Desa Manyaran. Permukiman existing dengan kelas sesuai marginal (S3) menempati wilayah seluas 10,229 Ha (0,76%) yang tersebar di Desa Sempulur dan Manyaran. Arahan pengembangan lokasi permukiman di Kecamatan Karanggede di arahkan pada lahan dengan tingkat kesesuaian Sesuai (S2) pada penggunaan lahan berupa tegalan dan kebun. Penggunaan lahan berupa tegalan dan kebun dengan kesesuaian Sesuai (S2) ini luasannya mencapai 12,18371 Km2. Untuk penggunaan lahan berupa sawah, hutan dan permukiman tidak di rekomendasikan untuk pengembangan lokasi permukiman karena merupakan lahan produktif. Saran: (1) Pembangunan dan pengembangan permukiman hendaknya memperhatikan tingkat kesesuaian lahan yang ada agar lahan dapat dioptimalkan penggunaanya secara tepat guna. (2) Bagi permukiman existing yang kini menempati lahan dengan tingkat kesesuaian Sesuai Marginal (S3) agar lebih memperhatikan faktor penghambat yang ada karena terkait faktor keamanan fisik bangunan permukiman tersebut dan diperlukan teknik-teknik konservasi tertentu untuk meminimalisir dampak dari faktor penghambat yang ada. (3) Agar pengembangan lokasi permukiman mempunyai resiko yang kecil maka pengembangan lokasi permukiman lebih diarahkan pada daerah-daerah yang direkomendasikan yaitu pada satuan lahan yang mempunyai kelas kesesuaian Sesuai (S2) dengan penggunaan lahan berupa kebun dan tegalan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Permukiman
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 05 Jul 2012 00:17
Last Modified: 05 Jul 2012 00:17

Actions (login required)

View Item