Pemetaan Sebaran BTS (Base Transceiver Station) Seluler GSM di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Tahun 2011 Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).

Mokh Nur Hidayat, , 3252308002 (2011) Pemetaan Sebaran BTS (Base Transceiver Station) Seluler GSM di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Tahun 2011 Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Manusia membutuhkan alat untuk berkomunikasi baik dari manual sampai teknologi modern hingga dikenal telepon seluler. Mulai abad ke-21 perkembangan telekomunikasi cukup pesat begitupun jumlah operator yang bertambah signifikan. Upaya tersebut diikuti dengan dibangunnya BTS (Base Transceiver Station) atau menara/tower telekomunikasi sebagai prasarana komunikasi yang sedapat mungkin menjangkau semua tempat. Untuk itu perlu adanya suatu pemetaan. Permasalahan yang akan dikaji dalam tugas akhir ini adalah: bagaimana sebaran menara BTS seluler GSM berdasarkan ketinggian tempat dan sebaran permukiman. Tujuan dari tugas akhir ini yaitu menyajikan informasi dalam bentuk peta mengenai sebaran menara BTS seluler GSM berdasarkan ketinggian tempat dan berdasarkan sebaran permukiman. Lokasi penelitian di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Variabel yang digunakan adalah sebaran BTS (Base Transceiver Station) selular GSM berdasarkan ketinggian tempat, sebaran permukiman, dan luas jangkauan sinyal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode survei lapangan. Hasil penelitian dalam tugas akhir ini menunjukkan bahwa Kecamatan Ungaran Barat memiliki 14 titik sebaran BTS selular GSM yang dikelola 5 operator. BTS tersebar dibeberapa desa dan kelurahan meliputi Desa Nyatnyono (2 buah BTS), Desa Lerep (2 buah BTS), Kelurahan Bandarjo (4 buah BTS), Kelurahan Ungaran (1 buah BTS), Kelurahan Genuk (3 buah BTS), Kelurahan Langensari (2 buah BTS). Mayoritas BTS terletak pada area pemukiman penduduk. Ketinggian menara antara 30 – 72 m dengan elevasi 318 m Dpl - 540 m Dpl. Dari jangkauan sinyal menggunakan teknik buffering dengan jarak 5 km dan analisis viewshed diketahui masing-masing BTS mempunyai daerah yang tidak terjangkau sinyal dikarenakan topografi wilayah Ungaran Barat yang berbukit-bukit dimana BTS sulit menjangkau daerah yang berada dibalik bukit. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil kajian ini adalah dalam pembangunan menara BTS, kedepannya Pemerintah Daerah lebih baiknya menerapkan sistem penggunaan menara/tower bersama, dimana 1 tower dapat dipakai oleh beberapa operator. Tujuannya agar wilayah tertata dengan baik, rapi dan menghemat ruang.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pemetaan, Sebaran, BTS, Sistem Informasi Geografis
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
T Technology > TF Railroad engineering and operation
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
Depositing User: budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 03 Jul 2012 21:14
Last Modified: 03 Jul 2012 21:14

Actions (login required)

View Item