Pengaruh Kredit Bermasalah, Tingkat Kecukupan Modal, Tingkat Likuiditas, dan Efisiensi Operasional Perusahaan Terhadap Rentabilitas

Bayu Eka Ferdiansyah., 7250407029 (2011) Pengaruh Kredit Bermasalah, Tingkat Kecukupan Modal, Tingkat Likuiditas, dan Efisiensi Operasional Perusahaan Terhadap Rentabilitas. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Pengaruh Kredit Bermasalah, Tingkat Kecukupan Modal, Tingkat Likuiditas, dan Efisiensi Operasional Perusahaan Terhadap Rentabilitas) - Published Version
Download (38Kb)

    Abstract

    Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, dengan meningkatkan rentabilitas, maka bank akan mampu menghadapi persaingan atau dapat berkompetisi. Pada BPR di Kota Semarang terdapat beberapa BPR yang mempunyai permasalahan dengan rentabilitasnya karena angka ROA berada dibawah batas minimum sebesar 1,25%. Untuk itu perlu diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi rentabilitas (ROA) yang cenderung rendah yang dipengaruhi oleh Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Biaya Operasional/Pendapatan Operasional (BOPO). Populasi dalam penelitian ini adalah 20 bank perkreditan rakyat di Kota Semarang yang terdaftar di Bank Indonesia, dengan aspek yang diteliti yaitu rasio keuangan triwulan tahun 2010. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 bank. Variabel penelitian ada empat yaitu NPL,CAR, LDR, dan BOPO sebagai variabel bebas dan Rentabilitas (ROA) sebagai variabel terikat. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu program SPSS. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara NPL, CAR, LDR dan BOPO terhadap ROA. Secara parsial NPL, CAR, LDR dan BOPO berpengaruh secara masing-masing terhadap ROA. Dari persamaan regresi berganda dapat diketahui adanya pengaruh besarnya CAR dan LDR yang sifatnya positif dan besar NPL dan BOPO yang sifatnya negatif. Angka ROA pada BPR di Kota Semarang berada pada kriteria sangat profitabel, NPL berada pada kriteria yang bermasalah, CAR berada pada kriteria modal sangat mencukupi, LDR berada pada kriteria yang cukup likuid, dan BOPO berada pada kriteria yang sangat efisien. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu : (1) NPL secara parsial berpengaruh negative terhadap ROA, (2) CAR secara parsial berpengaruh positif terhadap ROA, (3) LDR secara parsial berpengaruh positif terhadap ROA, (4) BOPO secara parsial berpengaruh negative terhadap ROA, dan (5) NPL,CAR,LDR, dan BOPO secara simultan berpengaruh terhadap ROA. Saran yang dapat diberikan adalah : (1) bagi Bank Perkreditan Rakyat di Kota Semarang hendaknya dapat meningkatkan angka Non Performing Loan (NPL)menjadi berada pada kriteria yang sehat, (2) dapat mempertahankan angka kecukupan modalnya pada kriteria yang mencukupi, (3) dapat meningkatkan tingkat likuiditasnya menjadi berada pada kriteria yang sangat likuid, dan (4) selalu menjaga efisiensi dalam pengeluaran biaya operasionalnya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Non Performing Loan, Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, BOPO, Rentabilitas (ROA).
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    H Social Sciences > HJ Public Finance
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Akuntansi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 04 Jun 2012 21:18
    Last Modified: 04 Jun 2012 21:18

    Actions (login required)

    View Item