Relevansi Program Keahlian Teknik Pemesinan Dengan Kebutuhan Tenaga Kerja Di Kota Semarang.

Khanafi, 5201407067a (2012) Relevansi Program Keahlian Teknik Pemesinan Dengan Kebutuhan Tenaga Kerja Di Kota Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Relevansi Program Keahlian Teknik Pemesinan Dengan Kebutuhan Tenaga Kerja Di Kota Semarang.) - Published Version
Download (72Kb)

    Abstract

    Keputusan pemerintah pada tahun 2015 mengubah perbandingan antara SMA dan SMK sebesar 30:70 tentunya diperlukan analisis yang matang di antaranya apakah kompetensi yang diajarkan di SMK relevan dengan yang diharapkan di industri. Jika tidak relevan tentunya akan meningkatkan pengangguran yang lebih banyak. Tujuan penelitian ini: (1) Mengetahui sejauhmana relevansi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) pada Program Keahlian Teknik Pemesinan yang dibuka di SMK dengan kompetensi yang diterapkan di Dunia Usaha dan Industri (DUDI) di Kota Semarang. (2) Mengetahui sejauhmana perbandingan jumlah lulusan siswa SMK (supply) Teknik Pemesinan dengan kebutuhan tenaga kerja (demand) di Kota Semarang pada tahun 2010/2011 sehingga didapatkan selisih supply dan demand dengan yang diidealkan.. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan data angket, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 5 SMK bidang Teknik Pemesinan dan 30 industri atau usaha di Kota Semarang yang berkaitan dengan bidang Teknik Pemesinan. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 SMK dan 14 industri atau usaha yang terkait bidang Teknik Pemesinan di Kota Semarang. Dalam penelitian ini ada dua variabel yaitu Program Keahlian Teknik Pemesinan dengan fokus kajian SKKD Teknik Pemesinan dan kebutuhan tenaga kerja di Kota Semarang. Data yang terkumpul diklasifikasikan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif diolah menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1) SKKD yang di terapkan di SMK sangat relevan dengan yang diterapkan di industri dengan persentase sebesar 95,64 %. (2) Kota Semarang pada tahun 2010/2011 memiliki persentase jumlah lulusan siswa SMK (supply) sebesar 89,28 %, kebutuhan tenaga kerja (demand) sebesar 10,72 %, dan masih terdapat selisih antara supply dan demand dari hasil penelitian dengan supply dan demand yang diidealkan (50:50) sebesar 39,28 %.. Saran dalam penelitian ini: (1) Sebaiknya sekolah mengoperasionalkan SKKD supaya sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. (2) Sebaiknya guru sebagai salah satu perangakat pembelajaran juga lebih melatih keterampilannya karena teknologi industri yang semakin maju. (3) Sinkronisasi antara pengetahuan, keterampilan dan sikap lebih dimatangkan pada siswa SMK. (4) Sebaiknya diadakan MoU antara pihak sekolah dengan industri mitra untuk penyerapan tenaga kerja dan sinkronisasi kompetensi. (5) Mengubah orientasi siswa dari pencari kerja menjadi berwirausaha.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: relevansi, kompetensi teknik pemesinan, kebutuhan tenaga kerja
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 28 May 2012 20:09
    Last Modified: 28 May 2012 20:09

    Actions (login required)

    View Item