Wacana Berita Kasus Pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di Media Massa: Analisis Ideologi dan Strategi Penyembunyian.

Fris Diana, 2150407021 (2012) Wacana Berita Kasus Pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di Media Massa: Analisis Ideologi dan Strategi Penyembunyian. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Wacana Berita Kasus Pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di Media Massa: Analisis Ideologi dan Strategi Penyembunyian.) - Published Version
Download (110Kb)

    Abstract

    Keberagaman ideologi dan keberpihakan media massa menimbulkan asumsi keberagaman pemberitaan pada berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Berdasarkan hal tersebut ada tiga permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu (1) apa saja jenis ideologi yang tersembunyi dalam wacana berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut tari di media massa?, (2) bagaimana strategi penulis menyembunyikan ideologi dalam berita kasus pornografi di media massa?, dan (3) apa saja jenis keberpihakan media massa dalam wacana berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Tujuan dari penelitian ini adalah (1 ) mendeskripsikan jenis ideologi tersembunyi dalam berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di media massa, (2) mendeskripsikan strategi penulis menyembunyikan ideologi dalam berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di media massa, dan (3) mendeskripsikan jenis keberpihakan media massa dalam wacana berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan teoretis dengan menggunakan teori analisis wacana kritis dan pendekatan metodologis dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana pada berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari dalam media massa. Sumber data dalam penelitian adalah berupa semua transkripsi wacana tulis berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di media massa harian Kompas, Republika, dan Suara Merdeka yang diambil pada kurun waktu bulan Juni-Desember 2010. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, yaitu menyimak berita. Teknik pengumpulan data adalah teknik pencatatan pada kartu data kemudian menyimpannya dalam laptop. Penganalisisan data dalam penelitian ini adalah Analisis wacana model Van Dijk. Analisis data dilakukan berdasarkan tahap, yaitu (1) menganalisis jenis ideologi tersembunyi wacana berita kasus Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di media massa (2)menganalisis strategi penulis dalam menyembunyikan ideologi tersembunyi media massa pada wacana berita pornografi kasus Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di media massa, dan (3) menganalisis jenis keberpihakan dalam wacana berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari di media massa. Hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Hasil analisis data, ditemukan jenis ideologi yang tersembunyi dalam wacana berita kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, yaitu liberalisme, sekularisme, dan islamisme. Selanjutnya, hasil analisis strategi penulis dalam menyembunyikan ideologi atau kepentingan keberpihakan dalam berita pornografi pada media massa ditemukan tiga struktur/elemen wacana yang dapat diamati, yaitu (1) struktur makro atau topik yang dikedepankan, (2) superstruktur, dan (3) struktur mikro. Pada struktur makro ditemukan sebanyak lima topik yang dikedepankan, yakni (1) desakan penahanan, (2) desakan pengakuan terhadap pelaku, (3) dukungan terhadap pelaku, (4) penanganan terhadap kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, dan (5) dampak kasus pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari; superstruktur terdiri atas 4 elemen yang ditemukan, yakni lead, judul, komentar verbal yang dikutip, dan kesimpulan wartawan (penutup); dan struktur mikro terdiri atas sebelas elemen yang menunjukkan ideologi yang tersembunyi yaitu (1) detail, (2) maksud (3) praanggapan, (4) nominalisasi, (5) bentuk kalimat, (6) koherensi, (7) koherensi kondisional, (8) kata ganti, (9) leksikon, (10) grafis, (11) metafora, dan (12) ekspresi. Kemudian, jenis keberpihakan media massa yang tercermin dalam wacana berita pornografi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari terdapat 4 jenis kepentingan keberpihakan, yaitu 1) propemerintah, 2) kontrapemerintah, 3) prosubjek, dan 4) kontrasubjek. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat direkomendasikan adalah 1) Bagi pembaca media massa untuk lebih kritis dalam menyikapi berita; 2) Bagi penulis media massa, hendaknya bersikap objektif dan netral dalam menyampaikan informasi yang harus dikonsumsi oleh publik; 3)Bagi peneliti lain, telaah mengenai analisis wacana kritis terhadap berita dalam media massa ini dapat ditindaklanjuti dengan kajian linguistik lain. Selain itu, penelitian analisis wacana kritis dapat dilakukan dengan objek kajian yang berbeda dalam media massa; dan 4) dalam menganalisis wacana kritis, peneliti lain dapat menggunakan gagasan lain selain gagasan van Dijk.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: analisis wacana kritis, ideologi, berita, pornografi
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia
    P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Sastra
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia (S1)
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 14 May 2012 22:17
    Last Modified: 14 May 2012 22:17

    Actions (login required)

    View Item