Hubungan Alih Orientasi Pemanfaatan Lahan Hutan Terhadap Hasil Kayu dan Palawija Serta Sumbangannya Bagi Pendapatan Pesanggem di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati

Dwi Sulistyantini, 2010 (2010) Hubungan Alih Orientasi Pemanfaatan Lahan Hutan Terhadap Hasil Kayu dan Palawija Serta Sumbangannya Bagi Pendapatan Pesanggem di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Hubungan Alih Orientasi Pemanfaatan Lahan Hutan Terhadap Hasil Kayu dan Palawija Serta Sumbangannya Bagi Pendapatan Pesanggem di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati)
Download (159Kb)

    Abstract

    Dwi Sulistyantini. 2010 Hubungan Alih Orientasi Pemanfaatan Lahan Hutan Terhadap Hasil Kayu dan Palawija Serta Sumbangannya Bagi Pendapatan Pesanggem di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Skripsi, Jurusan Geografi, FIS UNNES. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. 93 halaman, 9 lampiran dan 5 peta. Kata Kunci: Alih Orientasi Pemanfaatan Lahan Hutan, Hasil Kayu dan Palawija, Sumbangan Pendapatan Kerusakan hutan yang terjadi pada kawasan hutan disebabkan oleh berbagai faktor yang sebagian besar disebabkan oleh aktifitas manusia. Minimnya pendapatan dan rendahnya pendidikan penduduk memaksa mereka mencari tambahan pendapatan dengan memanfaatkan lahan hutan sebagai lahan pertanian guna pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Permasalahannya adalah bagaimana hubungan alih orientasi pemanfaatan lahan hutan terhadap hasil kayu dan palawija di Kecamatan Dukuhseti, apakah pendapatan dari tanaman ketela pohon dapat memenuhi kebutuhan hidup para pesanggem di sekitar hutan, tindakan apa yang telah dilakukan Perhutani untuk mengatasi gejala alih orientasi pemanfaatan lahan hutan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pesanggem yaitu penduduk yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan Kecamatan Dukuhseti yang berjumlah 1864 orang dengan petak sebanyak 29 petak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling, Sampel dalam penelitian ini adalah petak 37B dengan jumlah pesanggem sebanyak 48 jiwa dan petak 68D dengan jumlah pesanggem sebanyak 24 jiwa. Variabel dalam penelitian ini adalah identitas atau karakteristik Responden, alih orientasi pemanfaatan lahan hutan, hasil kayu dan palawija serta pendapatan penduduk yang bekerja sebagai pesanggem. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah, metode angket, metode wawancara, metode observasi dan metode dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang meliputi deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih orientasi lahan hutan diawali dengan adanya kerusakan hutan yang diakibatkan karena adanya penebangan liar kemudian dimanfaatkan penduduk sebagai lahan pertanian. Hubungan alih orientasi pemanfaatan lahan hutan mengakibatkan terjadinya penurunan hasil kayu sebanyak 48,94% dan terjadinya peningkatan hasil palawija yang berupa tanaman ketela pohon sebesar 44,04%. Rata-rata pendapatan penduduk setiap bulan Rp 596.528 sedangkan setelah memanfaatkan lahan hutan, rata-rata pesanggem memperoleh tambahan penghasilan sebesar Rp 448.264 tiap bulan, sehingga setiap bulan memperoleh penghasilan sebesar Rp 1.044.792. Upaya yang dilakukan Perhutani adalah mengadakan program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat), mengadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, serta mengadakan pengamanan hutan secara prefentif dan melibatkan masyarakat

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Alih Orientasi Pemanfaatan Lahan Hutan, Hasil Kayu dan Palawija, Sumbangan Pendapatan
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: Users 6697 not found.
    Date Deposited: 27 May 2012 03:17
    Last Modified: 27 May 2012 03:17

    Actions (login required)

    View Item