Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Perkembangan Permukiman di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun 2000 – 2008

Rosita kamilia wati, 2010 (2010) Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Perkembangan Permukiman di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun 2000 – 2008. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Rosita kamilia wati, 2010. Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Perkembangan Permukiman di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun 2000 – 2008. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: I. Dra. Erni Suharini,M.Si. Pembimbing II. Drs. Moch. Arifien,M.Si. Kata kunci: Pertambahan penduduk, Perkembangan permukiman. Pertambahan penduduk Ialah suatu angka yang menunjuk suatu penduduk bertambah atau berkurang dalam jangka waktu tertentu. Dari tahun 2000 – 2008 jumlah penduduk Kecamatan Gunungpati mengalami pertambahan yaitu pada tahun 2000 adalah 56.901 jiwa, pada tahun 2005 sebesar 62.111 jiwa dan pada tahun 2008 adalah 68.465 jiwa Pertambahan penduduk akan mempengaruhi perkembangan permukiman suatu wilayah, karena semakin banyak jumlah penduduk maka semakin banyak orang yang membutuhkan tempat tinggal untuk bermukim, baik sementara atau menetap disuatu wilayah. Perkembangan berasal dari kata kembang yang berarti menjadi besar (luas, banyak dsb). Perkembangan yaitu proses perubahan dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Permukiman memiliki arti permukiman sebagai kelompok satuan kediaman orang atau manusia pada suatu wilayah tidak hanya berupa bangunan rumah tempat tinggal tetapi mencakup pula segala fasilitas diperlukan untuk menunjang kehidupan penghuninya. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pertambahan penduduk di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dari tahun 2000 – 2008, (2) Bagaimana perkembangan permukiman di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang tahun 2000 – 2008 dan (3) Bagaimana pengaruh pertambahan penduduk terhadap perkembangan permukiman di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang tahun 2000 – 2008. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan permukiman yang ada di kecamatan Gunungpati Teknik sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah sampel bertujuan atau puposive sampel dilakukan dengan cara mengambil subjek didasarkan atas adanya tujuan tertentu daerah permukiman yang mengalami perubahan dilihat dari peta penggunaan lahan tahun 2000 – 2008. Data dikumpulkan dengan menggunakan Metode dokumentasi, Metode observasi dan Metode wawancara. Untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan untuk permukiman tahun 2000 – 2008 yaitu dengan menggunakan teknik tumpang susun peta atau overlay peta penggunaan lahan tahun 2000 dan peta penggunaan lahan tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertambahan penduduk berpengaruh terhadap perkembangan permukiman dikecamatan Gunungpati Kota Semarang. Dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2008 mengalami pertambahan sebesar 8562 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 2,8% dibarengi dengan pertambahan kepala keluarga sebesar 1878 kepala keluarga. Hal ini mengakibatkan meningkatnya kebutuhan lahan untuk permukiman baik kebutuhan lahan untuk perumahan maupun kebutuhan lahan untuk fasilitas umum dan menurunnya kualitas lingkungan. Dari hasil interpretasi citra quickbird tahun 2008 Perkembangan permukiman di kecamatan Gunungpati mengikuti tiga pola yaitu memanjang sejajar mengikuti jaringan jalan, terpencar dan terpusat atau menggerombol mengelilingi pusat kegiatan terutama fasilitas pendidikan (Universitas Negeri Semarang). Hasil overlay peta penggunaan lahan kecamatan Gunungpati tahun 2000 dan tahun 2008 dapat dilihat bahwa luasan permukiman dari tahun ke tahun mengalami pertambahan luasan yaitu pada tahun 2000 luas lahan untuk permukiman adalah 924,148 ha dan pada tahun 2008 luas permukiman menjadi 1789,546 ha maka terjadi pertambahan 865,398 ha atau 50%. Dengan adanya perkembangan permukiman yang pesat tanpa memperhatikan lingkungan maka kualitas lingkungan daerah sekitar maupun daerah penyangga kecamatan Gunungpati mengalami penurunan kualitas lingkungan dan dapat mengakibatkan berbagai masalah diantaranya adalah banjir longsor dan sebagainya. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah untuk mengatasi pertambahan penduduk alami hendaknya pemerintah lebih mensosialisaikan program KB (keluarga berencana) pada daerah pedesaan.sedangkan untuk mengatasi lonjakan kebutuhan lahan permukiman hendaknya dalam membangun suatu permukiman lebih condong kearah vertikal dan dalam membangun suatu permukiman hendaknya memperhatikan daya dukung lingkungan setempat agar tidak menimbulkan masalah lain baik untuk daerah itu sendiri maupun daerah laen sebagai yang menjadi penyagga.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pertambahan penduduk, Perkembangan permukiman.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
Depositing User: Users 6685 not found.
Date Deposited: 27 May 2012 03:25
Last Modified: 27 May 2012 03:25

Actions (login required)

View Item