Konflik Psikologis Tokoh Pelacur dalam Novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur Karya Sutirman Eka Ardhana.

Wasis Hardiyaning, 2150406035 (2010) Konflik Psikologis Tokoh Pelacur dalam Novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur Karya Sutirman Eka Ardhana. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Pamungkas, Wasis Hardiyaning. 2010. Konflik Psikologis Tokoh Pelacur dalam Novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur Karya Sutirman Eka Ardhana. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Mukh Doyin, M.Si, Pembimbing II: Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum. Kata kunci: konflik psikologis, pelacur, novel Psikologi sastra mempelajari jiwa seseorang beserta dengan permasalahan-permasalahannya baik yang intern maupun yang ekstern dalam sebuah karya sastra. Penulis menggunakan novel yang berjudul Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur karya Sutirman Eka Ardhana. Novel tersebut terdapat permasalahan-permasalahan dalam jiwa tokoh para pelacur yang mengakibatkan timbulnya konflik psikologis. Dengan mempelajari konflik yang dirasakan tokoh dapat mengetahui sifat, watak, kepribadian manusia pada umumnya. Selain itu, dapat juga dijadikan pengetahuan dalam menyingkapi permasalahan hidup yang mengakibatkan konflik pada kita. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) jenis-jenis, (2) faktor yang menyebabkan, (3) akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis tokoh pelacur dalam novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur karya Sutirman Eka Ardhana. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis, faktor yang menyebabkan, akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis tokoh pelacur dalam novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur karya Sutirman Eka Ardhana. Adapun, manfaat hasil penelitian ini bagi penulis adalah yaitu sebagai latihan dalam meningkatkan pengetahuan, kemapuan, dan keterampilan dalam hal mengapresiasikan karya sastra, sedangkan manfaat bagi pembaca yaitu untuk memberikan gambaran bahwa novel disamping memberikan hiburan juga terdapat nilai-nilai moral di dalamnya yang dapat dipetik sebagai pelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra, yaitu pendekatan yang memandang karya sebagai aktivitas kejiwaan. Pendekatan psikologi sastra digunakan untuk menganalisis konflik tokoh pelacur dalam novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacu karya Sutirman Eka Ardhana. Sasaran dalam penelitian ini adalah konflik yang dialami oleh tokoh pelacur yang mencakup dimensi psikologis yang terdapat dalam novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur karya Sutirman Eka Ardhana yang berupa jenis-jenis, faktor yang menyebabkan, dan akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis tokoh pelacur. Data peneletian ini adalah teks yang memuat jenis-jenis konflik psikologis, faktor-faktor dan akibat dari konflik psikologis dalam novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur karya Sutirman Eka Ardhana. Sumber data berupa novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur karya Sutirman Ardhan. Novel ini diterbitkan pada tahun 2005 oleh penerbit Edsa Mahkota dan tebal halaman adalah 263 lembar. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis psikologi sastra yang bertujuan untuk mengungkapkan konflik psikologis, faktor penyebab, dan akibat konflik psikologis yang dialami para tokoh pelacur dalam novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh pelacur selalu mengalami konflik saat melayani nafsu para tamu-tamunya. Konflik psikologis yang dialami tokoh pelacur dalam novel Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur karya Sutirman Eka Ardhana adalah (a) aproach-aproach conflict terjadi karena adanya pertentangan dua motif positif yang sama kuat, (b) approach-avoidance conflict terjadi karena pertentangan antara motif positif dan motif negatif sama kuat, (c) avoidance-avoidance conflict terjadi karena pertentangan dua motif negatif yang berpengaruh sama kuat, dan (d) multiple approach-avoidance conflict terjadi karena pertentangan dua motif negatif dan dua motif positif yang sama kuat. Faktor-faktor yang mempengaruhi konflik psikologis yang dialami tokoh pelacur yaitu faktor personal dan situasional. Faktor personal berupa (a) faktor bilogis yang meliputi insting merawat dan memberi makan anak, dan motif kebutuhan seksual, (b) faktor sosiopsikologis yang meliputi komponen afektif (sikap, emosi, dan motif sosiogenesis berupa motif ingin tahu, motif cinta, dan motif harga diri dan kebutuhan mencari identitas) dan komponen konatif, sedangkan faktor situasional berupa faktor ekologis, sosial, dan psikososial. Akibat dari konflik psikologis yang dialami tokoh pelacur berupa frustasi, kekecewaan, ketidakberdayaan, dan kemarahan. Saran penulis, yaitu (1) hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian sejenis, terutama yang berhubungan dengan konflik psikologis. (2) sebagai peneliti sastra, hendaknya harus seksama dalam meneliti perilaku tokoh dalam karya sastra yang akan diteliti, sehingga peneliti mendapatkan hasil yang optimal.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: konflik psikologis, pelacur, novel
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Sastra
N Fine Arts > NE Print media
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia (S1)
Depositing User: Users 3264 not found.
Date Deposited: 11 Dec 2011 19:24
Last Modified: 11 Dec 2011 19:24

Actions (login required)

View Item